Jakarta, TopBusiness – PT PLN Nusantara Power Construction atau PLN NPC menilai bahwa keberlangsungan bisnis sangat tergantung dengan mempertahankan dan memelihara kualitas hidup saat ini dan masa yang akan datang. Sehubungan dengan hal itu, kebijakan dan strategi tanggung-jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang tepat sasaran dengan dilandasi penciptaan inovasi terbaik menjadi sebuah keharusan.
Ketika sesi pemaparan materi presentasi bertema ‘Building Sustainable Business Through CSR’, Direktur Utama PLN NPC Djarot Hutabri EBS menyinggung soal betapa pentingnya keberlanjutan bisnis perusahaan dengan penciptaan kualitas hidup saat ini, dan masa datang dalam rangka pencapaian target dengan dilandasi inovasi-inovasi yang ramah lingkungan.
“Ini adalah pandangan manajemen dan strategi dalam membangun pertumbuhan bisnis perusahaan yang berkelanjutan. Bahwa kami, PLN NPC yakin bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dapat tercipta melalui menjaga kualitas hidup saat ini, dan meningkatkan kualitas hidup masa depan atau generasi mendatang,” ungkap Djarot, di hadapan Dewan Juri TOP CSR Awards 2024, di Jakarta, dengan skema dalam jaringan melalui sistem aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Rabu (8/05/2024).
Dalam konteks untuk memperluas bisnis di bidang engineering, procurement, construction (EPC) yang bergerak di sektor energi, khususnya ketenagalistrikan, maka terus melakukan pengembangan ide kreatif dan inovasi menjadi sebuah keniscayaan. Apalagi, untuk mendukung program pemerintah dan dunia internasional dengan pemanfaatan konsep green energy.
Menurut Djarot, dalam hal bisnis EPC ketenagalistrikan, salah satu bentuk meningkatkan kualitas hidup masa depan adalah dengan terus melakukan inovasi yang selaras dengan target pemerintah yaitu zero net emission, melalui pembangunan pembangkit berbasis energi baru dan terbarukan (green energy). “Ini Alhamdulillah, proyek-proyek kami sudah mulai mengarah ke green energy,” ucapnya.
PLN NPC dalam melaksanakan program TJSL atau tanggung-jawab sosial perusahaan alias CSR berlandaskan pada aturan, dengan maksud sebagai bahan pijakan dan pendorong strategi bisnis berkelanjutan.
“Kebijakan dan Strategi CSR, yaitu strategi bisnis berkelanjutan. Nah di sini kami mengacu pada Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, dan Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan,” kata Djarot.
Dikatakan Djarot, setelah ada aturan dasar maka ada aturan turunan di internal perusahaan. Dalam hal ini melalui keputusan direksi. “Di internal, kami ada Keputusan Direksi PT Rekadaya Elektrika Nomor 117/SK-Dir/RE/VII/2016 Kebijakan Corporate Social Responsibility (CSR), pada waktu itu bernama PT Rekadaya Elektrika. Kemudian, Keputusan Direksi PT Rekadaya Elektrika Nomor 193.SK-DIR.RE.VIII.2023 tentang Pelaksanaan Internal Workforce di lingkungan proyek PT Rekadaya Elektrika,” ungkap dia.
Atas dasar kebijakan yang ada, pada gilirannya perusahaan dapat fokus untuk melakukan program CSR yang tepat sasaran, agar lebih dapat meningkatkan mutu kehidupan masyarakat, yang secara langsung menciptakan keberlanjutan bisnis perusahaan itu sendiri.
“Nah, kenapa kami menampilkan ini. Karena kami di bidang konstruksi, dua hal ini ternyata bisa mendorong terkait dengan program CSR. Dan mendukung keberlanjutan bisnis PLN NPC. Karena apa? Dengan menggunakan I-Works, kami memberdayakan masyarakat sekitar proyek. I-Works itu adalah internal works atau mungkin lebih tepatnya cara merangkul warga di sekitar proyek dan mereka berpartisipasi terkait dengan pelaksanaan proyek sebagai tenaga kerja di situ,” ulas Djarot.
