Jakarta, TopBusiness—Pada triwulan pertama 2024, belum terlihat peningkatan aktivitas yang signifikan pada pasar kondominium.
“Pemilihan umum (pemilu) presiden yang berlangsung pada Februari 2024 menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pembeli,” kata Head of Advisory JLL Indonesia, Vivin Harsanto, dalam keterangan tertulis untuk wartawan, yang diterima Majalah TopBusiness hari ini.
Meski demikian, ada potensi peningkatan aktivitas pasar di paruh kedua tahun 2024. Namun hal ini masih belum dapat dipastikan, dan bergantung pada kesiapan pengembang dan peningkatan sentimen pasar.
Vivin mengatakan bahwa, meski pasar kondominium belum sepenuhnya pulih, sektor perumahan baik kondominium maupun rumah tapak, tetap menjadi sektor yang diminati secara konsisten oleh pengembang dan investor. Mereka tertarik oleh demografi yang menguntungkan dan
potensi ekonomi Indonesia.
“Hal ini terbukti dari adanya rencana beberapa pengembang untuk meluncurkan proyek kondominium baru sepanjang tahun ini,” kata Vivin.
Sementara itu, Head of Research JLL Indonesia, Yunus Karim, mengatakan bahwa situasi dan perkembangan sektor perkantoran pada awal tahun 2024 telah diamati sebagai kelanjutan dari apa yang terjadi pada semester akhir tahun 2023.
Tingkat hunian di kawasan CBD berada pada angka stabil sebesar 70%, sedangkan kawasan non-CBD berada pada angka 71%.
“Terdapat tren pasar yang berlanjut di mana tenant beralih ke gedung yang lebih baru, disertai dengan peningkatan kualitas, namun dengan kuantitas permintaan yang masih terbatas,” kata Yunus.
Adapun harga sewa pusat perbelanjaan masih mengalami pertumbuhan sehat pada triwulan pertama 2024. Sektor makanan dan minuman, fast fashion, dan kecantikan, tetap aktif dalam melakukan ekspansi di pusat perbelanjaan di Jakarta.
“Selain itu, peritel mancanegara juga terlihat masih aktif membuka gerai di beberapa pusat perbelanjaan,” Yunus menjelaskan.
