Jakarta, TopBusiness—Dalam program CSR, Bank Kalbar punya sejumlah program strategis. Dan CSR tersebut telah diadopsikan dengan ISO 26000 SR.
“Jadi, program strategis CSR tersebut disinkronkan dengan subyek inti dalam ISO 26000 SR,” kata Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, dalam presentasi dan tanya-jawab dengan Dewan Juri Top CSR Awards 2024, yang digelar Majalah TopBusiness bekerjasama dengan sejumlah lembaga, di Jakarta (19/5/2024).
Rokidi mengatakan bahwa, program strategis CSR tersebut terbagi dalam beberapa bidang kegiatan. Itu adalah bidang pendidikan; kesehatan; olahraga; keagamaan, sosial, seni, dan budaya; perekonomian rakyat; lingkungan, kebersihan, sanitasi, dan keamanan; pembangunan infrastruktur.
Ia mencontohkan sinkronisasi program strategis CSR tersebut dengan subyek inti dalam ISO 26000 SR. Contoh tersebut, antara lain, dalam bidang perekonomian rakyat. CSR tersebut paralel dengan subyek inti ‘hak asasi manusia’ di dalam ISO 26000 SR. Dalam hal tersebut, Bank Kalbar punya CSR berwujud, pertama, bantuan modal usaha mikro dan ekonomi kerakyatan.
Kedua, bantuan sarana dan prasarana serta fasilitas untuk pelaku UKM.
“Selain itu, di luar CSR, dalam pemberian kredit, Bank Kalbar pun menyalurkan kredit ke pengusaha kecil ke PNM (Permodalan Nasional Madani). Nilainya ratusan miliar Rupiah,” kata Rokidi.
Contoh berikutnya, Rokidi menambahkan, bisa ditemui dalam CSR bidang lingkungan, kebersihan, sanitasi, dan keamanan. CSR tersebut paralel dengan subyek inti ‘tanggung jawab terhadap lingkungan’ dalam ISO 26000 SR.
Adapun wujud nyata CSR tersebut adalah program pencegahan polusi berupa pengadaan tanaman-pohon, serta kegiatan pemadaman kebakaran.
Inovasi ESG
Rokidi pun, dalam kesempatan tersebut, menjelaskan bahwa Bank Kalbar punya sejumlah kebijakan inovasi ESG (environment, social, and governance). Inovasi tersebut menyangkut tiga aspek. Itu adalah aspek lingkungan, aspek sosial, dan aspek tata kelola.
Dalam aspek lingkungan, untuk mengurangi potensi risiko perubahan iklim, Bank Kalbar melakukan berbagai inisiatif efisiensi energi, penghematan material dan sumber daya, serta aksi untuk menyumbang penurunan emisi karbon.
“Kami pun berkomitmen bersama-sama masyarakat Kalimantan Barat menjalankan pelestarian lingkungan hidup melalui dana CSR bidang lingkungan,” Rokidi menjelaskan.
Dalam aspek sosial, selama tahun 2023, Bank Kalbar telah menyalurkan anggaran untuk program CSR sebesar Rp12,315 miliar. Angka tersebut meningkat Rp4,412 miliar atau 55,83% dari total penyaluran anggaran di tahun 2022 yang sebesar Rp7,903 miliar.
Sementara, dalam aspek tata kelola, Bank Kalbar memercayai bahwa penerapan prinsip-prinsip GCG akan meningkatkan kinerja. Sehingga pada akhirnya memerkokoh Bank Kalbar agar tetap eksis dan tumbuh secara berkelanjutan (sustainable), yang dapat memberi manfaat optimal kepada shareholder dan stakeholder.
Rokidi mengatakan bahwa, sepanjang tahun 2023, Bank Kalbar telah memerkuat landasan bagi pertumbuhan di masa mendatang serta memanfaatkan berbagai peluang di semua lini bisnis. “Hal itu dengan tetap berpedoman kepada prinsip manajemen risiko yang prudent,” kata dia.
