Jakarta, TopBusiness – PT PLN Nusantara Power (NP) Unit Pembangkitan Muara Tawar merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) yang saat ini mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) dengan kapasitas terpasang 2.050 MegaWatt (MW). Pembangkit listrik PLN NP Muara Tawar berlokasi di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Saat ini, PLN NP Muara Tawar sedang melakukan penambahan kapasitas sebesar 650 MW, sehingga kapasitasnya menjadi 2.700 MW dan menjadikan PLTGU ini terbesar di Asia Tenggara.
Sebagai perusahaan pembangkit listrik, operasional bisnis PLN NP Muara Tawar tak terlepas dari dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi. Sebab itu, bisnis yang berkelanjutan menjadi bagian dalam pengelolaan proses bisnis PLN Nusantara Power.
“Upaya membangun keberlanjutan dilakukan mengelola dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dari seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok produksi serta berinovasi dalam mengoptimalkan sistem yang sudah ada menjadi lebih efisien,” ujar Fahma Nur Hidayati, manager keuangan dan administrasi dalam presentasi penjurian TOP CSR Awards 2024 yang dilakukan secara daring, Jumat (17/5/2024).
Hadir pula dalam penjurian ini, Awang Asmoro (Officer CSR), Rhima (CDO), Mira (Lingkungan Officer), dan Tony (Lingkungan Officer). Tim dari Sinergi Pemberdayaan Masyarakat yang Berkelanjutan membawakan materi presentasi berjudul Sinergi Pemberdayaan Masyarakat yang Berkelanjutan.
Menurut Fahma, manajemen PLN Nusantara Power, khususnya di UP Muara Tawar sudah menyusun langkah-langkah strategis dalam mengelola pembangkit agar memiliki nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan sehingga keberlanjutan bisnis dapat tercapai. Ini juga selaras dengan target Pemerintah melalui Program Net Zero Emission pada tahun 2060.
Hal ini dilakukan dengan menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan, inovasi-inovasi dalam aspek efisiensi energi, penurunan emisi, efisiensi air, pengelolaan limbah B3 dan limbah padat Non-B3, perlindungan keanekaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat, serta tanggap kebencanaan.
“Tentunya keberhasilan dalam mengimplementasikan bisnis yang berkelanjutan sangat berkaitan dengan adanya kolaborasi dan sinergi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, sehingga selain mengupayakan pengelolaan bisnis yang baik, kami juga membangun kemitraan dengan pemangku kepentingan,” ujar Fahma.
Program CSR Unggulan
Kepada dewan juri, Fahma memaparkan sejumlah program CSR unggulan dari PLN NP Muara Tawar sebagai bentuk komitmen pada pelaksanaan bisnis berkelanjutan. Salah satu program CSR unggulannya adalah Mandala Asri Empowerment.
Program CSR ini dilakukan di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Program ini menjadi solusi masalah ekonomi, sosial, dan lingkungan yang ada di Desa Segarajaya, seperti wilayah rawan bencana dan ekonomi menengah bawah pada kelompok masyarakat rentan.
Fahma menjelaskan mengenai latar belakang Program Mandala Asri ini dijalankan. Pertama karena ada permasalah keterbatasan akses infrastruktur.
Ada 185 orang nelayan di Desa Segarajaya memiliki keterbatasan dalam memperbaiki perahu rusak sehingga produktivitasnya menurun 41,3 persen. Permasalahan lainnya, ada 159 kepala keluarga (KK) dari 715 KK tergolong miskin dan tidak memiliki akses air bersih.
“Ada pula masalah kesadaran masyarakat akan kebersihan yang rendah sehingga banyak timbunan sampah. Terakhir, lokasi desa terpencil sehingga tidak terjangkau armada pengangkut sampah,” tuturnya.
Di sisi lain, PLN NP Muara Tawar melihat ada potensi di mana ada 25,8 persen masyarakat Desa Segarajaya berprofesi sebagai nelayan. Selain itu, terdapat potensi wisata lokal yang belum dikembangkan kembali pasca covid-19 serta terdapat usaha warga terkait pengolahan hasil tangkap.
Potensi lainnya adalah kelompok nelayan sudah memiliki kelembagaan di bawah payung koperasi. Selain itu, di desa tersebut terdapat habitat mangrove eksisting seluas 54,87 hektare (Ha) dan terdapat lahan tambak seluas 122,2 Ha.
Fahma menjelaskan, Program Mandala Asri ini memiliki 3 sub-program, yaitu berdaya lingkungan berupa peningkatan keanekaragaman hayati dan pengelolaan sampah. Kemudian, berdaya ekonomi (nelayan berdaya dan UMKM), serta berdaya sosial (konservasi air, pola hidup bersih dan sehat, peningkatan kapasitas, dan rutilahu) yang berfokus pada upaya optimalisasi potensi lokal dan bersinergi dengan pemangku kepentingan.
Menurut Fahma, dampak Program Mandala Asri untuk perusahaan adalah peningkatan citra positif, tercipta engagement dengan stakeholder, pengaman sosial bagi aset perusahaan, perbaikan kualitas lingkungan pesisir, dan meminimalisir konflik masyarakat sekitar.
“Sedangkan dampak untuk stakeholder, kami merasakan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas lingkungan pemukiman warga, peningkatan zona hijau pesisir melalui penanaman pohon, peningkatan kapasitas masyarakat dalam tanggap kebencanaan, serta adanya Sinergi Program Pemerintah,” ujar Fahma.

Selain itu, kata dia, terjadi perubahan kehidupan masyarakat melalui penyelesaian-penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat, melalui solusi yang diciptakan secara kolaboratif.
Menurut Fahma, Program Mandala Asri dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam membangun masyarakat mandiri, terutama di wilayah pesisir yang memiliki potensi baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Dengan memberdayakan peran nelayan dalam kehidupan bermasayarakat, perlahan terjadi peningkatan kesejahteraan bagi warga masyarakat sekitar.
“Program Mandala Asri ini juga dapat menjadi contoh serta laboratorium masyarakat, bagaimana inovasi-inovasi dikembangkan bersama masyarakat serta menjadi tempat melakukan studi banding bagi wilayah-wilayah lain yang memiliki karakteristik yang sama,” kata dia.
Invoasi CSR unggulan lainnya adalah Program Benyamin Village. Ini merupakan program CSR yang berfokus pada penyelesaian masalah sosial dan lingkungan di masyarakat melalui optimalisasi potensi dan pelibatan pemangku kepentingan, sehingga tercipta lingkungan dan masyarakat yang Bersih, Nyaman, dan Mandiri (Benyamin).
Dengan tata kelola yang baik serta kolaborasi baik internal maupun eksternal, PLN NP Muara Tawar berhasil meraih PROPER Emas pada 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Prestasi ini sebagai bukti bahwa PLN Nusantara Power UP Muara Tawar melakukan kinerja pengelolaan lingkungan hidup yang melebihi dari apa yang dipersyaratkan dalam peraturan yang berlaku dan berkontribusi memberikan energi listrik yang ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Fahma.
