Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi sideways.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (3/06/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways.
Pada penutupan Jumat kemarin (5/31), pasar AS bergerak mayoritas menguat. Dow Jones 1,51%, diikuti S&P 500 0,8%, dan sebaliknya Nasdaq -0,01%. Dow Jones mencatatkan rekor kenaikan terbaiknya tahun ini seiring dengan data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang sesuai dengan ekspektasi.
Pasar komoditas terpantau sideways Jumat kemarin (5/31). Harga minyak -1,02% ke level USD 76,99/bbl, harga batubara +0,36% di level USD 140,75/ton, dan CPO 2,13% ke level MYR 4.079. Harga emas terpantau melemah 0,86% ke level USD 2.345,8/toz.
Bursa Asia bergerak sideways Jumat kemarin (5/31). Kospi +0,04%, Hang Seng -0,83%, Nikkei +1,14% dan Shanghai -0,16%.
IHSG ditutup melemah 0,9% ke level 6.970,7. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 67,1 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 18,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 85,3 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler didominasi oleh BBRI (Rp 870,5 miliar), TOWR (Rp 578,2 miliar), dan TLKM (Rp 210,2 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat oleh TPIA (Rp 2.218,6 miliar), AMMN (Rp 195,8 miliar), dan BBCA (Rp 97 miliar). Adapun top sector gainer adalah sektor IDXFIN, sementara yang menjadi top sector loser adalah sektor IDXINFRA. Top leading movers emiten BBCA, TLKM, BMRI, sementara top lagging movers emiten BREN, AMMN, AMRT.
Pagi ini kedua indeks kompak menguat. Kospi +1,3% dan Nikkei 0,88%. “IHSG diperkirakan bergerak sideways hari ini. Pergerakan bursa global sesuai ekspektasi PCE dan pemangkasan produksi minyak oleh OPEC+ bisa menjadi katalis positif. Namun, tekanan pada Brent akibat pemberlakuan FCA dapat menjadi katalis negatif,” demikian tertulis.
