TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bagi Bos BJB, Angka “13” Berarti Manuver Berat

Nurdian Akhmad
12 March 2014 | 07:50
rubrik: Finance
Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, businessnews.id — Direktur Utama Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) Bien Subiantoro menyebut,  kenaikan BI Rate di tengah ketatnya likuiditas perbankan dan Pilkada Jabar (Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat), sebagai tantangan terberat selama tahun 2013.

Menurutnya, sepanjang tahun 2013 menjadi tahun terberat bagi BJB, bahkan menjadi tahun terberat bagi dirinya sebagai bankir. “Mungkin karena angka 13 itu, dan di gedung bertingkat ada yang tidak memberi angka 13 pada level 13 namun 12a,” canda dia di Jakarta (11/3/14).

Tantangan itu, katanya, pada Semester kedua 2013. Karena kondisi ekonomi makro yang cukup berat, diawali dengan kenaikan BI Rate yang mendorong bunga deposito naik. “Likuiditas juga semakin ketat di semester kedua,” katanya.

Dia menyebutkan, ketatnya likuiditas perbankan di 2013 juga dipicu oleh aksi para nasabah institusi yang mengalihkan dananya untuk membeli Surat Berharga Negara (SUN).  “Sehingga, likuiditas semakin ketat,” ucap Bien.

Lebih lanjut Bien menambahkan, tingginya BI Rate juga telah memengaruhi nasabah untuk meminta special rate yang tinggi pada deposito. “Akhirnya, pilihan bagi kami adalah, ingin masuk ke arena perang harga atau menjaga laba atau profit?” kata Bien.

Sejak Juni hingga akhir 2013, BI menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) dari 5,75 persen menjadi 7,5 persen atau mengalami kenaikan sebesar 175 basis poin.

Pada kondisi ketatnya likuiditas tersebut, jelas dia, BJB memilih untuk menjaga atau meningkatkan profit. “Akhirnya, laba kami bisa tumbuh di atas rata-rata industri. Laba kami di atas 15 persen,” ujar Bien.

Pada semester pertama 2013, tambah Bien, BJB juga memiliki tantangan berat, terkait dengan tudingan adanya keterlibatan dalam pemilihan gubernur Jawa Barat.

BACA JUGA:   Wah, Bank Ini Incar 5 Juta Viking Persib!

“Ada yang mencurigai kami terlibat dalam itu, tetapi waktu yang akan membuktikan. Kami mengelola bank ini secara profesional, tidak mungkin dikelola dengan dicampuradukkan dengan politik,” terangnya. (ZIZ)

EDITOR: DHI

Tags: bank jawa barat
Previous Post

Berikut Ini Manuver Sinar Mas Garap Green Office di Serpong

Next Post

Cosmas Batubara: Perumnas Harus Dimodali Banyak Urus Rumah Subsidi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR