Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (21/06/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Saham AS ditutup mayoritas melemah pada Kamis (20/6). Dow +0,77%, S&P 500 -0,25%, dan Nasdaq -0,81%. Pasar melemah karena penurunan saham NVDA yang menyeret saham-saham teknologi lainnya dan data ekonomi yang menunjukkan adanya pelemahan.
Pasar komoditas ditutup mixed. Minyak WTI -0,02% menjadi USD 81,5/bbl, batu bara -0,15% di USD 133,9/ton, nikel +0,31% menjadi USD 17.400/ton, CPO +0,94% menjadi MYR 3.957. dan emas menguat +1,25% menjadi USD 2.372/toz.
Bursa Asia sebagian besar ditutup melemah pada Kamis (20/6). Nikkei +0,16%, Hang Seng -0,52%, dan Shanghai -0,42%.
Sementara IHSG ditutup pada level 6.819,3 (+1,37%), dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 102,9 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 117,8 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 14,9 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 212,4 miliar), BBNI (Rp 42,6 miliar), dan BREN (Rp 32,6 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 242,4 miliar), BRIS (Rp 29,2 miliar), dan UNTR (Rp 18 miliar). Top leading movers emiten BREN, TLKM, DSSA, sementara top lagging movers emiten BBCA, BBRI, GOTO.
Nikkei (-0,02%) dan KOSPI (0,46%) dibuka melemah pagi ini. “Kami perkirakan IHSG akan melemah hari ini, seiring dengan sentimen dari pasar global dan regional,” demikian tertulis.
