Jakarta, TopBusiness—Berbicara tentang potensi bursa saham pada 15-19 Juli 2024, analis dari Indo Premie Sekuritas (Ipot), Imam Gunadi, menyarankan para trader untuk memerhatikan sejumlah sentimen. “Yakni data pertumbuhan ekonomi China dan data lainnya, neraca dagang Indonesia dan suku bunga BI,” kata dia dalam riset terbarunya yang diterimanya pagi ini oleh redaksinya Majalah TopBusiness.
Ia menjelaskan. Pada Senin pagi (14 Juli 2024) waktu Indonesia, China akan merilis data GDP-nya untuk kuartal II yang diperkirakan akan turun ke 5,1% (yoy/year on year) dari Q1 di angka 5,3% (yoy). Selain itu, China juga akan merilis data lainnya seperti Industrial Production Juni 2024 yang diperkirakan akan hanya tumbuh 5% (yoy) dari angka tersebut turun dari level sebelumnya di 5,6% (yoy), serta retail sales yang diperkirakan tumbuh 3,3% (yoy) dari sebelumnya di level 3,7% (yoy).
“Pelemahan ekonomi China akan menjadi sentimen untuk ekonomi Indonesia atau IHSG terutama sektor komoditas yang mayoritas diekspor ke China. Di sisi lain juga ekonomi domestik sedang menunggu kebijakan The Fed untuk menurunkan suku bunganya di bulan September nanti, yang jika nanti dapat terealisasi tentu akan meringankan beban ekonomi domestik.”
Sentimen berikutnya yakni neraca dagang Indonesia yang akan dirilis pekan ini. Konsensus memperkirakan akan naik USD2,98 miliar dari periode sebelumnya USD2,93 miliar. Menariknya, rilis data ini akan dibayangi oleh sentimen negatif dari pelemahan ekonomi China karena merupakan negara dengan porsi ekspor terbesar dengan porsi 22,63% (BPS Mei 2024).
Sementara itu terkait sentimen suku bunga BI, pada Rabu pekan ini BI akan merilis kebijakan moneternya untuk menetapkan suku bunganya dan diperkirakan akan menahan suku bunganya di 6,25%. “Tentunya, BI juga akan memantau bagaimana kebijakan The Fed di bulan September nanti,” Imam menambahkan.
Mengacu sentimen-sentimen tersebut, Iman merekomendasikan tiga saham untuk trading pada minggu ini hingga Jumat, 19 Juli 2024.
Dijelaskan Imam, dalam beberapa waktu kedepan pasar akan lebih fokus pada kebijakan The Fed untuk menurunkan suku bunga. Secara langsung maupun tidak langsung, hal ini akan menjadi sentimen untuk sektor properti karena permintaan KPR meningkat, ia pun merekomendasikan 2 emiten properti yakni buy BSDE (Support: 985, Resist: 1120) dan buy CTRA (Support: 1230 Resist: 1330).
Imam menambahkan, selama lebih dari dua pekan terakhir, USD/IDR mengalami pelemahan melebihi 2%, hal ini tentu tidak terlepas dari menurunnya ketidakpastian terkait dengan keputusan The Fed di bulan September nanti, apalagi jika menilik data-data ekonomi US yang dirilis semakin menguatkan kepastian The Fed akan menurunkan suku bunganya.
“Dengan adanya pelemahan USD/IDR tentu akan menjadi sentimen positif untuk emiten-emiten yang cukup bergantung pada impor bahan baku, salah satunya adalah KLBF. Jadi, kami rekomendasikan untuk trading dengan trading plan buy KLBF (Support: 1525, Resist: 1735).
