Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (22/7/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Pada penutupan Jumat kemarin (7/19), pasar AS bergerak melemah. Dow Jones -0,93%, diikuti S&P 500 0,71%, dan Nasdaq 0,81%. Pasar AS ditutup melemah karena investor terus menjual saham teknologi berkapitalisasi besar dan beralih ke saham-saham yang akan diuntungkan oleh pemangkasan suku bunga The Fed.
Pasar komoditas terpantau sideways Jumat kemarin (7/19). Harga minyak WTI -2,71% ke level USD 80,13/bbl, harga batubara 0,07% di level USD 139/ton, dan CPO +0,56% ke level MYR 3.960. Harga emas terpantau menguat 0,01% ke level USD 2.446,6/toz.
Bursa Asia bergerak mayoritas melemah Jumat kemarin (7/12). Kospi -1,02%, Hang Seng 2,03%, Nikkei 0,25% dan Shanghai +0,17%.
IHSG ditutup melemah 0,36% ke level 7.294,5. Investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 86,1 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 53,5 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 32,6 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler didominasi oleh BBRI (Rp 121,5 miliar), BBCA (Rp 98,4 miliar), dan ADRO (Rp 74,6 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatat oleh BREN (Rp 153,1 miliar), TLKM (Rp 89 miliar), dan TPIA (Rp 52,6 miliar). Adapun top sector gainer adalah sektor IDXHLTH, sementara yang menjadi top sector loser adalah sektor IDXBASIC. Top leading movers emiten ADRO, BBCA, AMMN, sementara top lagging movers emiten TLKM, TPIA, MDKA.
Pagi ini, Kospi tercatat melemah 0,07%, dan Nikkei 0,47%. “Kami memperkirakan IHSG bergerak melemah hari ini, di tengah melemahnya mayoritas indeks Wall Street dan bursa Asia,” demikian tertulis.
