Jakarta, TopBusiness – Kinerja apik PT BPR SUKAWATI PANCAWATI atau biasa disebut BPR KANTI tercermin dalam hal melakukan ekspansi bisnis dengan dibarengi inisiatif mitigasi risiko sehingga terbebas dari NPL yang sangat tinggi.
Sebelumnya, lembaga perbankan ini pada tahun 2022, melakukan pemberiaan kredit di luar Provinsi Bali, yakni Nusa Tengara Barat (NTB) dengan inisiatif mitigasi risiko tersebut, sehingga BPR KANTI bisa terbebas dengan NPL yang sangat tinggi.
Dijelaskan Direktur Utama Made Arya Amitaba, pihaknya melakukan ekpansi pemberian kredit di NTB, ini dengan sasaran para nasabah semisal para kontraktor, perusahaan food and veverage, katering yang langsung mendapatkan proyek Motor GP.
“Para nasabah yang kami kucurkan kreditnya sudah melalui tahap mitigasi yang sangat ketat. Kami memilki tim khusus di NTB hingga langsung ke Gubernur NTB. Para debitur adalah para pengusaha tergolong besar, hingga mencapai Rp 15 miliar”, tegas Made kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2024 melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Jumat (9/8/2024) akhir pekan lalu.
Lanjut Made, pada tahun 2022 lalu banyak BPR di Bali hingga se-Indonesia pada tumbang, akan tetapi BPR KANTI justru sebaliknya mendapatkan nasabah yang cukup baik. “BPR, kami sebagai lembaga perbankan yang dengan tujuannnya memberikan kucuran kredit kepada BPR seluruh Indonesia dan juga (pengayom) koperasi-koperasi atau biasa disebut sebagai APEX Bank”, jelas Made.
Usia BPR KANTI sudah memasuki usia 35 tahun. Hingga saat ini aset perusahaan sudah mencapai Rp 700 miliar, dan sasaran penyebaran kredit mencapai kota-kota seperti Bekasi, Medan, NTB dengan memberikan pinjaman modal kerja kepada seluruh pelaku usaha mikro dan UKM dengan pola linked bank.
BPR KANTI menerapkan tata kelola peruhasaan nan baik, dengan dibangun komite seperti, PE SKAI, Anti Fraud, PE Kepatuhan dimana komite ini langsung di bawah kendali Direktur Utama dan Direktur Kepatuhan.
Atas upaya yang dilakukan dalam menerapkan GCG, BPR KANTI berhasil dapat skor penilaian sepanjang dua tahun terakhir. Seperti 2022, berhasil meraih skor 1,15 dan tahun 2023 skor meningkat menjadi 3,00 dengan penilaian perusahaan CUKUP BAIK.
Diungkapkan Made, ekspansi kredit di NTB hanya diberikan 20 persen saja, dari total pengajuan keseluruhan kredit. “Dikarenakan kami sangat hati-hati dalam mengucurkan kredit kepada konsumen. Dengan mitigasi yang berlapis pula, kami lakukan di kantor pusat Bali hingga tim mitigasi di NTB, maka tidak gampang saja memberikan kucuran kredit. Jadi mitigasi harus dilakukan dengan baik”, tegasnya.
Diakui Made, BPR KANTI selama berdiri atau sepanjang 35 tahun sebagai perbankan, baru tiga permasalahan besar yang terkait dengan kasus hukum. “Jadi berbagai permasalahan antar nasabah langsung kami tangani secara kekeluargaan. Dan kasus di BPR KANTI ini tuntas diselesaikan dengan kekeluargaan saja, apalagi masyarakat di Bali ini sangat santun dengan kekuatan adatnya. Kami juga menjunjung tinggi adat di Bali ini”, pungkasnya.
