TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Kesehatan Ada Pemulihan, KLBF “Pede” Kinerja Tahun Ini Sesuai Target

Busthomi
28 August 2024 | 09:20
rubrik: Capital Market
RUPST Kalbe Farma Sepakati Bagi Dividen Rp937,5 M

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Kalbe Farma Tbk dan entitas anaknya (IDX: KLBF) hari ini mengumumkan hasil keuangan periode semester pertama 2024 (1H-24). Perseroan melanjutkan pertumbuhan laba bersih double-digit sebesar 18,1% YoY karena pertumbuhan positif seluruh segmen bisnis, didukung pengelolaan biaya operasional yang baik, dan dampak positif dari biaya non-operasional.

Margin laba kotor relative stabil di 39,6% dibanding periode kuartal I-2024 (Q1-24) karena dampak bauran produk. Dibandingkan periode 1H-23 sebesar 40,7%, margin laba kotor tercatat lebih rendah di 1H-24 terutama akibat dampak bauran produk.

“Kami menilai kinerja Semester I-2024 menunjukkan tanda pemulihan yang baik dari sisi volume permintaan, dan dibarengi dengan trend pemulihan margin yang positif,” tandas Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady, dalam Public Expose Live 2024, Selasa (27/8/2024).

Berbagai inisiatif strategis, kata dia, berjalan sesuai rencana khususnya untuk membangun ekosistem onkologi, obat biologi, obat generik dan alat kesehatan, serta kemitraan strategis untuk membangun produksi bahan baku obat.

“Dengan tetap mewaspadai gejolak eksternal dari kondisi finansial dan geopolitik global, kami percaya bahwa Perseroan mampu terus tumbuh dan memanfaatkan peluang dalam industry kesehatan Indonesia dalam memperkuat kemandirian kesehatan Indonesia,” katanya.

Untuk Divisi Obat Resep – penjualan bersih meningkat sebesar 7,6% YoY terutama didukung oleh segmen obat generik untuk mendukung ketersediaan obat BPJS serta obat-obatan specialty.

Kalbe akan terus memperkuat posisi di bidang farmasi dengan melanjutkan inovasi obat-obatan biologi dan onkologi serta terus mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ke depan, Kalbe juga mengambil langkah memperkuat penetrasi obat-obatan onkologi di Asia Tenggara.

Divisi Produk Kesehatan – penjualan bersih meningkat sebesar 1,3% YoY didorong oleh pemulihan bertahap di pasar lokal, sementara kinerja ekspor sudah menunjukkan pemulihan bertahap. Kalbe akan melanjutkan fokus dalam pengembangan produk kategori preventif dan wellness.

BACA JUGA:   Ada Peluang IHSG Rebound

Divisi Nutrisi – penjualan bersih meningkat sebesar 0,5% YoY terutama didorong oleh pertumbuhan pada kategori produk segmen menengah dan produk minuman. Peningkatan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pasar secara lokal untuk kategori susu bubuk.

“Ke depan, Kalbe akan terus berfokus pada pengembangan produk kategori ready- to-drink dan produk dengan harga lebih terjangkau agar dapat meningkatkan pangsa pasar,” sebut dia.

Divisi Distribusi dan Logistik – penjualan bersih meningkat sebesar 17,1% YoY seiring dengan pertumbuhan kontribusi prinsipal eksternal dengan tambahan prinsipal baru. Strategi Kalbe untuk mengembangkan bisnis distribusi melalui pengembangan alat kesehatan akan terus dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Secara keseluruhan penjualan bersih domestik bertumbuh sebesar 8,8% sementara penjualan bersih ekspor mengalami tekanan sebesar 10,7% terutama disebabkan adanya kendala yang bersifat sementara di beberapa negara ekspor seperti ketidakstabilan politik, pembatasan izin impor, dan daya beli konsumen yang melemah turut mempengaruhi kinerja ekspor. Kalbe tetap fokus untuk melanjutkan strategi penetrasi serta perluasan wilayah dan portofolio produk ekspor,” paparnya.

Lebih lanjut ditegaskannya, di tengah risiko geopolitik dan fluktuasi keuangan global, Perseroan mengelola rantai pasokan dengan seksama, serta melakukan normalisasi persediaan secara bertahap dengan tetap mengutamakan ketersediaan produk.

“Untuk mempertahankan margin ke depan, Perseroan akan terus menjaga efisiensi bisnis dengan pemanfaatan digitalisasi serta mengelola efektivitas pemasaran untuk meningkatkan pertumbuhan,” ungkapnya.

Makanya, untuk strategi kenaikan harga dapat diterapkan secara selektif dengan memperhatikan kondisi daya beli masyarakat. Perseroan juga mencadangkan kas dalam USD sebagai mitigasi fluktuasi nilai tukar Rupiah/USD mengingat sebagian besar bahan baku masih harus diimpor.

“Kalbe mempertahankan Outlook 2024 dengan pertumbuhan penjualan pada kisaran 6 – 7% pertumbuhan laba bersih pada kisaran 13 – 15%, serta kebijakan dividen dengan rasio 45% – 55% terhadap laba bersih 2023,” ujarnya. Selain itu, kata dia, Perseroan melanjutkan program pembelian kembali saham dengan anggaran Rp 1 triliun untuk mendukung harga saham dan memberikan nilai yang optimal bagi pemegang saham.

Tags: industri kesehatankinerja keuanganKLBFPT Kalbe Farma Tbk
Previous Post

Pada Pembukaan Perdagangan, IHSG Menguat

Next Post

Kuota Rumah FLPP Ditambah Jadi 200 Ribu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR