Jakarta, TopBusiness – Pemerintah memutuskan untuk menambah kuota rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 200 ribu pada tahun ini, dari sebelumnya hanya ditargetkan sebanyak 166 ribu unit. Kuota rumah ini dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR dan berlaku mulai September 2024.
“Pemerintah mendorong FLPP di mana untuk masyarakat berpenghasilan rendah FLPP ini dari semula target sebesar 166 ribu unit ditingkatkan menjadi 200 ribu unit,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang dikutip Selasa (28/8/2024).
Menurut Airlangga, kebijakan ini akan diiringi dengan pemberlakuan kebijakan insentif pajak, berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah atau PPN DTN untuk pembelian rumah sebesar 100% hingga Desember 2024, dari semula hanya 50%.
Kebijakan pemberian PPN DTP untuk pembelian rumah sebesar 50% sampai Desember 2024 sebelumnya ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2024. “Insentif PPN DTP ini diberikan sebesar 100% ini sampai dengan bulan Desember 2024. PMK nya akan disiapkan oleh Ibu Menteri Keuangan,” tegas Airlangga.
Menurut Menko Airlangga, kebijakan ini pun telah mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu. Tujuannya dari dua kebijakan itu ialah untuk kembali menggeliatkan konsumsi masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah yang porsi kedua terbesar pengeluarannya adalah untuk membeli rumah.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan Dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan, kuota KPR FLPP yang hanya 166 ribu unit turun drastis dari tahun lalu, dan akan habis unitnya pada Agustus 2024.
“Kemarin saja itu terealisasi 229 ribu unit. Ini prestasi yang bagus tapi ketika tahun ini itu menurunnya drastis banget, jadi sekarang itu diperkirakan hanya 166 ribu unit,” ujar dia.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto memperkirakan penambahan jumlah kuota penerima bantuan pembiayaan FLPP untuk MBR sebanyak 34 ribu hanya akan bertahan hingga November mendatang.
“Karena kan buat Januari (2025) sudah ada anggaran baru, semoga itu tidak terlalu lama. Kalau misalkan (habis) di akhir November berarti kan satu bulan kosong,” ujar Joko.
Untuk tahun 2025, DPP REI mengusulkan kuota FLPP sebanyak 300 ribu. Ini mengacu pada program 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Terpilih RI 2024-2029 Prabowo Subianto.
Usulan tersebut sudah disampaikan kepada Wakil Menteri Keuangan II yang juga Anggota Bidang Keuangan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan, Thomas Djiwandono.
