TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BNI Sinergikan Penerapan GRC, ESG, dan SDGs

Fauzi
10 September 2024 | 08:09
rubrik: Event, GCG
BNI Sinergikan Penerapan GRC, ESG, dan SDGs

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusinesas – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau yang dikenal dengan singkatan BNI telah menyelesaikan sesi penjurian TOP GRC Awards 2024 yang digelar secara virtual pada Jumat (6/9/2024) lalu.

Pada sesi penjurian kali ini, BNI yang diwakili oleh Rayendra Minarsa Goenawan, GM Divisi Enterprise Risk Management, mengusung tema presentasi ‘Partnership with All Stakeholder to Optimize Sustainable Business Strategy’.

Tak serta-merta tema itu dikedepankan. Kata dia, diangkatnya tema tersebut sesuai dengan Sustainability Report perusahaan yang dipublikasi terakhir pada tahun fiscal 2023.

“Di mana kami memposisikan diri sebagai partner bagi para debitur kami dan juga stakeholder lainnya untuk melakukan optimalisasi sebuah bisnis yang berkelanjutan. Maka konteks itu kami ambil juga di dalam tema dan juga menjadi tittle dari presentasi kami,” ujar Rayendra atau yang akrab disapa sebagai Rey ini.

Strategi Bisnis

Sebagai perusahaan perbankan papan atas di Tanah Air, BNI mengelola aset lebih dari Rp1.000 triliun. Sementara untuk visinya, bank BUMN yang berdiri sejak tahun 1946 ini bertekad untuk Menjadi Lembaga Keuangan yang Terunggul dalam Layanan dan Kinerja secara Berkelanjutan.

“Jadi, di sini (visi) bukannya menjadi (bank) dengan aset terbesar atau bukan menjadi (bank) dengan DPK terbesar. Tetapi kami justru ingin menjadi yang nomor satu dari sisi produk dan juga layanan, dan tentu saja kinerjanya adalah yang berkelanjutan. Maka ini adalah visi utama kami di PT Bank Negara Indonesia,” jelas Rey.

Secara umum, sebagaimana diungkap Rey, BNI memiliki tujuh Kebijakan Strategis. BNI senantiasa berpartisipasi dalam mengembangkan solusi transaksi dan ekosistem dalam memenuhi kebutuhan nasabah.

“Dan seperti juga yang senada dengan visi yang di mana kami ingin memiliki produk dan juga layanan yang terunggul maka tentu saja transaksi dan ekosistem yang juga khusus kepada nasabah-nasabah kami menjadi penting karena customer journey menjadi salah satu platform pada saat kami melakukan pengembangan-pengembangan produk maupun layanan,” ujar Rey.

BACA JUGA:   Perkuat Tata Kelola, Akreditasi RSUD Cut Nyak Dhien Capai Paripurna

Tentu saja, lanjut Rey, layanan-layanan tersebut tidak dapat dilakukan secara optimal tanpa ada penguatan infrastruktur yang juga memadai. Dan pastinya penguatan-penguatan mengenai data menjadi salah satu fokus utama dalam strategis utama BNI.

“Karena  kita ketahui customer journey tersebut dapat dilakukan dengan optimalisasi data analitik yang semakin baik dan tentu saja dengan penguatan-penguatan data yang dapat mendukung risk management yang juga lebih baik lagi,” tandasnya.

Pun dari sisi ekspansi bisnis, BNI juga memprioritaskan pada Top Tier Clients perusahaan yang selalu digaung-gaungkan di mana BNI akan menjadi corporate banking yang akan fokus juga kepada top tier client yang sesuai dengan value chain untuk memperkuat budaya risiko perusahaan.

“Dan tentu saja dalam memperkuat value chain itu perlu adanya peningkatan CASA (Current Assets Saving Assets) dan FBI (Fee Base Income) yang juga sejalan dengan kerja sama kami dengan partnership kami bersama top tier clients tersebut,” tandas Rey.

“Dan untuk membuat itu semua menjadi lebih kondusif lagi, maka penguatan-penguatan dari kapabilitas, awareness, dan juga kemampuan daripada human capital menjadi sesuatu yang kritikal,” sambungnya.

BNI didukung dengan jaringan bisnis yang semakin luas. Di mana belum lama ini perusahaan juga telah membuka Representative Office pertamnya di Sydney, Australia. Langkah ini, disebut Rey, memperkuat dari jaringan dan penetrasi perusahaan di pasar global dan tentu saja semakin mengukuhkan posisi BNI di dalam pasar global.

“Tidak lupa juga pastinya, optimalisasi dengan perusahaan anak menjadi salah satu kunci dari keberhasilan kami karena pada saat kami ingin memberikan layanan yang komprehensif kepada nasabah dan juga debitur kami, maka perlu adanya model-model bisnis yang juga dapat di entertain oleh perusahaan-perusahaan anak kami dengan sinergi yang lebih baik lagi,” kata Rey.

BACA JUGA:   GRC Berperan Penting dalam Akselerasi Bisnis Perusahaan

Untuk diketahui, BNI memiliki beberapa entitas anak, yakni PT BNI Multifinance, PT BNI Sekuritas, PT BNI Life Insuranec, BNI Remittance Ltd., PT Bank Hibank, PT BNI Modal Ventura.

Penerapan GRC dan ESG

Sebagai perusahaan perbankan, BNI memiliki aktivitas yang didasarkan pada tiga aktivitas utama tentu saja, yaitu dari sisi penghimpunan dana, penyaluran kredit sebagai fungsi intermediasi, sampai juga dengan fokus kepada layanan keuangan (yang ada).

Menariknya, belum lama ini BNI juga telah meluncurkan SuperAPP Wondr yang bersanding dengan mobile Banking BNI. Dikembangkannya SuperApp Wondr dilandasi dari kebutuhan customer dan juga untuk mendukung bagaimana layanan yang diberikan dapat diberikan kepada nasabah untuk menjawab tantangan-tantangan yang ada di pasar.

“Dan harapannya adalah Wondr by BNI ini dapat menjadi teman setia bagi nasabah-nasabah kami, tentu saja pada saat kita berbicara terkait dengan kondisi-kondisi finansial maka Wondr by BNI hadir bagi Nasabah untuk juga mendukung bagaimana cara melakukan proyeksi finasial dan juga bagaimana cara melakukan pembukuan-pembukuan finansial, pengaturan finansial, financial planning yang lebih baik bagi nasabah kami,” tandas Rey.

Lebih lanjut, bicara mengenai aspek sustainability, sebagai salah satu first mover, dalam implementasi ESG, BNI melihat bahwa ESG ini akan me-redirect kepada sustainability development goals apa yang dimiliki oleh setiap perbankan. Tetapi dalam pelaksanaannnya di mana GRC itu masuk, maka kami melihat ESG ini bukan hanya sebagai isu-isu compliance, tetapi juga sebagai fundamental bisnis.

“Kenapa begitu? Karena kami melihat bahwa setiap pergerakan implementasi ESG kami tidak melihat dari sisi jangka pendeknya, bahwa mana POJK yang harus kami penuhi, mana Permen (peraturan menteri) yang harus kami penuhi, mana undang-undang yang harus kami penuhi.”

BACA JUGA:   PT Sasa Inti Sabet Tiga Penghargaan dalam Ajang TOP CSR Awards 2021

“Tetapi kami juga melihat bagaimana sebenarnya dari kacamata bisnis, bagaimana dari kacamata debitur, dan juga sektor industri yang ada, maka dari kacamata tersebut kami menerapkan GRC bersama-sama dengan klien dan debitur kami,” ujar Rey.

Berangkat dari situlah dalam implementasi ESG untuk mendukung atau mencapai Sustainability Development Goals, perusahaan menerapkan tata kelola (Governance), Risk Management, dan Compliance yang saling bersinergi untuk mendukung ESG yang berkelanjutan.

“Kami juga tidak mau pada saat kami membuat sebuah ketentuan atau kebijakan ataupun bahkan produk atau program baru di dalam ESG (jika) semua tidak menjadi sesuatu yang sustain tanpa adanya governance yang baik,” pungkasnya.

Editor: Busthomi

Tags: Bank BNITOP GRC Awards 2024
Previous Post

Diskon Harga Rumah hingga Furnitur Rp59.000 ada di Pameran Ini

Next Post

Ini Komitmen Sucofindo dalam Penerapan GRC

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR