Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi menguat hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (13/9/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini.
Pasar AS ditutup menguat pada Kamis (12/9). Dow +0,58%, S&P 500 0,75%, dan Nasdaq 0,75%. Pasar AS ditutup menguat karena penurunan pada awal September dan pembelian kembali saham teknologi dengan harapan akan adanya pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve minggu depan.
Pasar komoditas ditutup sideways pada Kamis (12/9). Minyak WTI +2,99% menjadi USD 71,9/bbl, batu bara -0,61 % menjadi USD 138,2/ton, nikel -0,25% menjadi USD 16.071/ton, CPO -1,36% menjadi MYR 3.848, dan emas +1,78% menjadi USD 2.557/toz.
Bursa Asia sebagian besar ditutup menguat pada Kamis (12/9). Nikkei +3,55%, Hang Seng 0,77%, dan sebaliknya Shanghai -0,17%.
Sementara IHSG ditutup pada level 7.798 (+0,48%), dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 1.518,2 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 1.040,9 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 477,3 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 223,4 miliar), BBRI (Rp 190,1 miliar), dan BRIS (Rp 101,7 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak NICE (Rp 35,3 miliar), BSDE (Rp 14,6 miliar), dan HRUM (Rp 13 miliar). Adapun top sector gainer hari ini adalah sektor IDXTECH , sementara yang menjadi top sector loser hari ini adalah sektor IDXFIN. Top leading movers emiten ADRO, DCII, GOTO, sementara top lagging movers emiten DNET, BMRI, BREN.
Nikkei dibuka menguat 0,03% dan KOSPI stagnan 0,0% pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG akan menguat hari ini dikarenakan adanya penguatan di pasar global,” demikian isi laporan riset.
