Jakarta, TopBusiness – Kondisi pasar kelapa sawit (crude palm oil/CPO) saat ini dinilai kembali mengarah ke kenormalan lagi, usai mengalami booming harga saat diterpa kondisi ketidakpastian (uncertainly) akibat perang Rusia-Ukraina di 2022 lalu. Saat itu, permintaan tinggi tapi pasokan sedikit.
Hal ini pun dirasakan oleh emiten kelapa sawit seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (IDX: AALI). Emiten anak usaha Astra Group ini tidak terlalu besar menyerap belanja modal (capital expenditure/capex) di tahun ini. Dan mengalami penurunan dibanding tahun 2023 lalu.
Dalam Astra Media Day 2024 yang digelar di Jakarta, Rabu (18/9/2024), Vice President Investor Relation & Public Affairs PT Astra Agro Lestari Tbk, Fenny Sofyan mengatakan, hingga paruh pertama tahun ini, AALI hanya menyerap capex senilai Rp 379 miliar. Angka ini jauh lebih kecil dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 485 miliar.
Angka tersebut, kata dia, Perseroan mengalami penurunan capex sebesar 21,8 persen secara year on year (yoy). Dan dalam catatannya, kondisi tahun ini hamper mirip dengan periode 2020-2021 lalu atau di saat pandemi, perseroan banyak menahan pengeluaran atau biaya terkait operasional.
“Berbeda dengan 2023 itu, Ketika sudah ke kenormalan baru kita langsung belanja, benerin semua infrastruktur dan sebagainya. Makanya ada lonjakan di capex-nya. Nah tahun ini kita sudah mulai ke kenormalan lagi, sehingga turun 21,8 persen dibanding semester I tahun lalu,” tegas Fenny.
Lantas untuk apa angka capex tersebut? Dijelaskan dia, mayoritas capex digunakan untuk penanaman kembali atau replanting tanaman yang sudah tua.
AALI sendiri memiliki rencana replanting sekitar 4.000-5.000 hektar tiap tahun. Namun, Fenny mengakui produktivitas tahun ini mengalami penurunan, di mana perseroan baru melakukan replanting sekitar 3.000 hektare.
“Jadi sekitar hampir 3.000 hektar ya replanting kita. Sehingga, kalau misalnya sampai full year, mudah-mudahan kita bisa sampai ke 3.500 atau mungkin 4.000 hektar. Dengan harapan la nina-nya (curah hujan yang tinggi) tidak terlalu banyak,” harap dia.
