Jakarta, TopBusiness—Primaya Hospital resmi telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) seluas 2.800 m2 di atap gedung, dan menjadi rumah sakit pertama di Kota Bekasi yang menggunakan PLTS. Dan merupakan rumah sakit swasta pertama di Jabodetabek yang menggunakan PLTS. Itu merupakan sumber energi alternatif dengan kapasitas lebih dari 300 kWp.
Leona A. Karnali, CEO Primaya Hospital Group, mengatakan bahwa panel surya ini akan memenuhi lebih dari 20% dari kebutuhan listrik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Selain itu, untuk mendukung strategi penghematan energi, juga menggunakan teknologi sensor pintar untuk mengoperasikan lampu penerangan, untuk menunjang penggunaan listrik yang lebih efisien. “Besar harapan kami, upaya yang kami lakukan ini dapat bermanfaat untuk generasi di masa depan,” kata dia dalam keterangan tertulis, hari ini.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya tersebut diresmikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang diwakili oleh drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, selaku Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Panel surya tersebut dapat menghasilkan energi bersih sebanyak 524.000 kWh setiap tahunnya atau setara dengan penekanan emisi karbon sebesar 469.000 kilogram per tahun. Energi bersih sebanyak 524.000 kWh setara dengan penggunaan listrik tahunan lebih dari 250 rumah atau perjalanan menggunakan mobil listrik lebih dari 2.500 mil.
Eka Himawan, Managing Director Xurya, menyampaikan “Kami harap sistem PLTS atap yang terpasang dapat membantu Primaya Hospital untuk terus memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dengan penuh kepedulian.”
