
Jakarta, businessnews.id — Blue Bird akan kembali menaikkan atau melakukan penyesuaian tarif seiring dengan rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat ini.
Menurut Direktur Operasional Blue Bird, Andre Djokosoetono, bahwa berdasarkan pengalaman kenaikan BBM sebelumnya, langkah penyesuaian tarif taksi akan dilakukan. “Itu tentunya atas persetujuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” terang dia, di Jakarta hari ini (3/10/2014).
Namun, besarannya belum bisa disampaikan karena belum ditentukan oleh pemerintah.
“Jika kenaikan BBM-nya Rp 3.000, per liternya, maka kenaikannya tarifnya taksinya kami tak jauh berbeda dengan kenaikan tarif periode lalu,” terang dia.
Sedangkan dampak kenaikan BBM terhadap biaya operasional perusahaan, bisa mencapai 40 persen.
Sehingga, ia berharap bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyetujui kenaikan tarif taksi sebesar 40 persen.
“[Dampak] tersebut bukan hanya berlaku pada perusahaan taksi saja, tapi angkutan lain juga.”
Sedangkan kenaikan tarif taksi pada periode 2013 tidak banyak berdampak pada permintaan taksi.
“Kalau kenaikan tarif taksi pada tahun 2008, terdapat penurunan permintaan taksi selama satu hingga dua bulan,” kata dia.
Selain menaikkan tarif , pihaknya akan melakukan langkah efisiensi seperti meningkatkan pemeliharaan kendaraan.
“Dengan maintainance, akan bisa mengendalikan kerusakan kendaraan dan ini berdampak pada penghematan,” terang dia.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz