TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Permintaan India dan China Meningkat, Harga CPO Menguat

Nurdian Akhmad
3 October 2024 | 07:48
rubrik: Business Info
Ultah ke-30, Astra Agro Tanam 30.000 Pohon Mangrove

Petani sawit sedang memetik buah sawit/foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat terjadi peningkatan harga referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) yang dipengaruhi oleh banyaknya permintaan dari India dan China yang tidak diimbangi dengan jumlah produksi.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim mengatakan HR CPO untuk penetapan Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE) periode 1-31 Oktober 2024 adalah sebesar US$ 893,64 per MT.

Nilai ini meningkat sebesar US$ 54,11 atau 6,45 persen dari periode September 2024 yang tercatat sebesar US$  839,53 per MT. “Peningkatan HR CPO ini dipengaruhi peningkatan permintaan, terutama dari India dan China, yang tidak diimbangi dengan peningkatan produksi. Di sisi lain, penurunan produksi akibat dari kemarau yang panjang,” ujar Isy melalui keterangan di Jakarta, Rabu (2/10/2024).

Saat ini, HR CPO meningkat menjauhi ambang batas sebesar US$ 680 per MT. Untuk itu, merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang berlaku saat ini, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar US$ 74 per MT dan PE CPO sebesar 7,5 persen dari HR CPO Oktober sebesar US$ 67,02 per MT untuk periode 1-31 Oktober 2024

Sumber penetapan HR CPO berasal dari rata-rata harga selama periode 25 Agustus-24 September 2024 pada sejumlah rujukan, yaitu bursa CPO di Indonesia sebesarUS$  857,25 per MT, bursa CPO di Malaysia sebesar US$ 930,03 per MT, dan pasar lelang CPO Rotterdam sebesar US$ 1.040,70 per MT.

Minyak goreng (refined, bleached, and deodorized/RBD palm olein) dalam kemasan bermerek dan dikemas dengan berat netto ≤ 25 kg dikenakan BK US$ 0 per MT.

Penetapan merek untuk produk tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1331 Tahun 2024 tentang Daftar Merek RBD Palm Olein dalam Kemasan Bermerek dan Dikemas dengan Berat Netto ≤ 25 Kg.

BACA JUGA:   Harga CPO Naik Jelang Imlek dan Ramadhan

Sementara itu, HR biji kakao periode Oktober 2024 ditetapkan sebesar US$ 7.581,49 per MT, turun sebesar US$ 335,42 atau 4,24 persen dari bulan sebelumnya. Hal ini berdampak pada penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada Oktober 2024 menjadi US$ 7.167 per MT, turun US$ 311 atau 4,16 persen dari periode sebelumnya.

“Penurunan HR dan HPE biji kakao akibat dari peningkatan produksi terutama di negara-negara wilayah Afrika Barat dan penguatan dolar Amerika Serikat,” kata Isy.

Selanjutnya, HPE produk kulit periode Oktober 2024 tidak berubah dari bulan sebelumnya. Sedangkan, HPE produk kayu meningkat pada beberapa jenis kayu, yaitu kayu gergajian dengan luas penampang 1.000-4.000 mm2 dari jenis meranti, merbau, sortimen lainnya dari hutan tanaman jenis pinus, gemelina, akasia, serta sengon.

HPE yang turun adalah kayu veneer dari hutan alam, hutan tanaman, wooden sheet for packing box, dan kayu gergajian dengan luas penampang 1.000-4.000 mm2 dari jenis rimba campuran, sortimen lainnya seperti jenis eboni, jati, dan dari hutan tanaman yang di antaranya karet, balsa, dan eucalyptus.

Tags: harga cpo
Previous Post

Chubb Life Indonesia Luncurkan Premier MyLife Time Protection, Inilah Manfaatnya

Next Post

IHSG Masih Lunglai, Berikut Saham Pilihan Hari Ini untuk Cuan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR