TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tensi Geopolitik Masih Tinggi, Harga dan Yield SBN bakal Fluktuatif

Busthomi
8 October 2024 | 09:41
rubrik: Capital Market
SBN Positif, BNI Sekuritas Proyeksi Obligasi Ini Masih Menarik

Ilustrasi pasar obligasi. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Harga Surat Utang Negara (SUN) mengalami pelemahan pada perdagangan hari pertama pekan ini.

Berdasarkan data dari PHEI, yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0101) naik sebesar 14 basis poin menjadi 6,51%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0100) naik sebesar 9 basis poin menjadi 6,73%.

Data Bloomberg menunjukkan yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) naik sebesar 8 basis poin menjadi 6,73%. Level yield curve SUN 10-tahun saat ini masih in line dengan estimated range kami minggu ini, yaitu di kisaran 6,51%-6,78%.

Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp30,8 triliun kemarin, lebih tinggi dari volume transaksi di hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp20,2 triliun.

FR0103 dan FR0097 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder, dengan volume transaksi masing – masing sebesar Rp7,4 triliun dan Rp5,7 triliun. Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp2,8 triliun.

Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS melemah 1,3%, bergerak dari level Rp15.485/US$ di hari Jumat menjadi Rp15.687/US$.

Perkiraan Pasar dan Rekomendasi (Selasa,8/10). Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2024 sebesar US$149,9 miliar, tidak banyak berubah dibandingkan posisi pada akhir Agustus 2024 sebesar US$150,2 miliar.

Posisi cadangan devisa pada akhir September 2024 setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Posisi Cadangan devisa tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Eskalasi tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah menyebabkan kekhawatiran akan supply minyak global, tercermin dari peningkatan harga Brent Crude Future yang meningkat sebesar 3,7% dari hari sebelumnya menjadi US$80,93 per barrel.

BACA JUGA:   Pefindo Beri Peringkat ‘idBBB-‘ ke Perumnas

Indikator global menunjukkan sentimen yang cenderung negatif bagi pasar obligasi, terlihat dari peningkatan yield US Treasury (UST).

Yield curve UST 5-tahun meningkat sebesar 5bp menjadi 3,86%, dan yield curve UST 10-tahun meningkat sebesar 5bp menjadi 4,03%. Sementara itu, Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia bertahan di level 68bp.

Head of Fixed Income BNI Sekuritas Amir Dalimunthe dalam riset pasar obligasi, Selasa (8/10/2024) mengatakan, bahwa dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang didiskusikan di atas, BNI Sekuritas melihat adanya potensi peningkatan volatilitas pada harga dan yield instrumen SBN berdenominasi Rupiah.

“Berdasarkan valuasi yield curve, kami memperkirakan bahwa obligasi berikut akan menarik bagi para investor: FR0040, FR0086, FR0101, FR0100, FR0068, FR0080, FR0103, FR0045, FR0075, FR0098,” katanya.

Tags: pasar obligasiSBN rupiahtensi geopolitikyield sbn
Previous Post

Indeks di Pembukaan Perdagangan Melemah

Next Post

Livin by Mandiri Tampil dengan Wajah Baru, Fitur Lebih Lengkap

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR