Bali- Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negera (BUMN) pada tengah mempersiapkan sembilan anak usaha perusahaan pelat merah untuk mengalang dana dari pasar modal, untuk memastikan valuasi saham pada harga terbaik maka akan penentuan waktu penawaran kepada pasar akan sangat menentukan.
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro menyampaikan setiap penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) anak usaha BUMN haruslah mendapatkan harga terbaik.
“Kami tidak ingin harganya turun, sehingga kami atur waktunya .. pada kuartal II ada tiga, kemudian kuartal III ada tiga lagi dan terakhir pada kuartal IV adan tiga lagi,” terang Aloysius di Bali, Jumat(10/3/2017).
Ia menjelaskan, saat ini kesembilan anak usaha tersebut tengah menunggu audit laporan keuangan tahun buku 2016. Setelah itu, berdasarkan laporan keuangan telah audit, akan menjadi bahan ringkasan singkat rencana IPO kepada pemegang saham.
“Maret kan biasanya selesai audit setelah diajukan dalam RUPST ( rapat umum pemegang saham tahunan ) untuk dapat persetujuan IPO,”terang dia.
Sementara dari sisi kesiapan, kata dia, terdapat dua perusahaan yang diharapkan segera mengajukan pernyataan pre efektif kepada Otoritas Jasa Keuangan.”Kami inginnya anak usaha dibidang transportasi dan anak usaha BUMN infrastruktur,” terang dia.
Ia menambahkan, kesimbalan anak usaha BUMN tersebut masing masing akan melepas 20 persen hingga 25 persen dari modal ditempatkan atau disetor penuh. Sedangkan aset kesembilan anak usaha diantara Rp2 triliun hingga Rp4 triliun.
“Semua menerbitkan saham baru sehingga dana hasil usaha bukan ke induk tapi untuk kepentingan usaha perusahaan,” terang dia.
Untuk diketahui beberapa waktu lalu, Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), Bintan Perbowo menyampaikan pihaknya serius menyiapkan dua anak usaha untuk menggalang dana dari pasar modal.Kedua anak usaha itu, PT Wika Realty dan PT Wika Gedung.
Selain itu, Sebelum Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetijpo di copot dari jabatannya sempat menyampaikan keseriusan manajemen untuk mendorong PT Tugu Pratama Indonesia untuk IPO. Tak hanya itu, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II, yakni PT Jasa Armada Indonesia sudah digandang gandang untuk IPO.
Tak hanya itu, PT PP Tbk (PTPP) juga tengah mempersiapkan anak usahanya , yakni PT PP Peralatan, PT PP Urban dan PT PP Energi untuk IPO. Tak heran Aloysius memperkirakan total dana hasil IPO dari kesembilan anak BUMN tersebut sebesar Rp21 triliun. (az)