Jakarta, TopBusiness – PT. BPRS Sukowati Sragen (Perseroda) atau Bank Syariah Sragen merupakan bank milik Pemerintah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang terpilih menjadi kandidat peraih TOP Human Capital (HC) Awards 2024 dengan menyisihkan lebih dari 400 perusahaan di Indonesia. Karena itu, Bank Syariah Sragen baru saja mengikuti Presentasi TOP HC Awards 2024, Selasa (15/10/2024).
Bank Syariah Sragen memiliki 3 bidang yang digarap sebagai manifestasi branding dan positioning dan tetap ada hingga saat ini. Ketiga segmen itu adalah Property, UMKM, dan Pertanian.
Dipilihnya sektor Property karena merupakan industri padat karya yang memiliki multiplier effect ke 185 subsector industri lain turunannya. Apalagi saat ini angka backlog kepemilikan rumah masih tinggi, di 12,7 juta unit, tumbuh 700-800 ribu setiap tahun. Sektor ini juga menyumbang 16% PDB dan menyerap tenaga kerja 13,8 juta orang per tahun.
Sementara itu dipilihnya sektor UMKM karena ia berperan strategis dalam pembangunan karena menopang 60,5% PDB, menyerap 123,3 ribu tenaga kerja dan terdapat sejumlah 65,4 juta UMKM di seluruh Indonesia (2019, Kemenkeu). Selain itu juga menyerap KUR sebanyak Rp192,59 triliun di tahun 2021.
Dan dipilihnya sektor Pertanian karena Sragen memiliki luas lahan nomor 2 se-Jawa Tengah yakni sebesar 42.155,91 Ha (42,38%). Krisis iklim dan naiknya bahan pokok menjadi peluang untuk pengembangan ekosistem pertanian yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Hadir dalam Penjurian secara online adalah Direktur Utama Bank Syariah Sragen Fakhruddin Nur, Kadiv SDM dan Umum Bank Syariah Sragen Wisnu Ari Murti, Staff SDM dan Umum Bank Syariah Sragen Anna Quraisy Haq, dan Digital Marketing Bank Syariah Sragen Fikri Sholahudin.
Dalam Penjurian, Fakhruddin Nur menyatakan bila Bank Syariah Sragen yang memiliki visi ‘Menjadikan Bank Syariah Sragen sebagai Bank yang Sehat, Kuat dan Istiqomah’ sudah mampu mencatatkan pertumbuhan dengan sehat. Hal ini karena perusahaan memiliki kinerja bisnis yang selalu meningkat secara tahunan (yoy). Seperti dari indikator Total Revenue dan Total Net Profit juga terus bertumbuh. Termasuk juga dalam hal Total Operating Expense.
Pada Total Revenue, tahun 2022 dicatat sebesar Rp39.461.519.089, dan tahun 2023 meningkat menjadi Rp49.537.088.714. Kenaikan pendapatan juga dibarengi dengan kenaikan Total Operating Expense yang di tahun 2022 sebesar Rp29.016.444.832 dan tahun 2023 menjadi Rp36.671.565.039. Dan yang positif lagi peningkatan Total Net Profit dari 2022 sebesar Rp7.504.904.639 menjadi Rp8.087.440.691 di 2023.
Bank Syariah Sragen juga berhasil mengembangkan banyak program inovatif berwawasan lingkungan untuk mendukung peran Pemerintah Kabupaten Sragen. Seperti misalnya, Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang merupakan program strategis dalam pengentasan kemiskinan. Program Lumbung Pangan untuk Ketahanan Pangan & Pengentasan Kemiskinan 138 KK dengan luas area tanam 45 Hektar.
Selain itu Program Kumbung Sentra Jamur Sragen melalui Program Wakaf Uang Bank Syariah Sragen yang sudah terkumpul sebanyak Rp 1,3 miliar dengan menggandeng Nadhir Yayasan Dompet Dhuafa Jawa Tengah.
Menurut Fakhruddin Nur kembali, semua capaian tersebut tidak lepas dari keberhasilan Bank Syariah Sragen dalam mengembangkan Human Capital Initiatives (HCI) yang mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Seperti di antaranya, Wellness Program. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dengan program wellness seperti olahraga rutin, pengembangan produk yang berwawasan lingkungan. Selain itu juga Employee Engagement Activities. Program ini bertujuan mengorganisasikan aktivitas sosial dan budaya Perusahaan untuk meningkatkan engagement karyawan.
Selain itu juga berkat keberhasilan Bank Syariah Sragen dalam melaksanakan Human Capital Management System (HCMS) khususnya terkait Work Environment. Bank Syariah Sragen dinilai berhasil dalam membangun zona kerja bebas fraud dan gratifikasi, membangun lingkungan yang anti bullying dan anti sexual harassment, mendukung lingkungan dengan kesetaraan gender, dan membangun budaya komunikasi yang terbuka dan transparan.
Editor: Busthomi
