Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (17/10/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Pasar AS ditutup cenderung menguat pada Rabu (16/10). Dow +0,79%, S&P 500 0,47%, dan Nasdaq 0,28%. Saham AS melonjak pada hari Rabu, kembali mendekati level tertinggi sepanjang masa, saat investor mencerna serangkaian laporan hasil pendapatan yang disorot oleh Morgan Stanley.
Pasar komoditas ditutup beragam pada Rabu (16/10). Minyak WTI -0,54% menjadi USD 70,71/bbl, batu bara -0,91% menjadi USD 147,4/ton, nikel -0,52% menjadi USD 17.366/ton, CPO +1,75% menjadi MYR 4.313, dan emas +0,48% menjadi USD 2.674/toz.
Bursa Asia cenderung melemah pada Rabu (16/10). Kospi -0,88%, Nikkei -1,83%, Hang Seng -0,16%, dan Shanghai +0,05%. Sementara IHSG ditutup menguat pada level 7.648 (+0,29%), dengan keseluruhan net sell sebesar Rp 335,5 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 209,6 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 545,1 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 135,4 miliar), ADRO (Rp 80,1 miliar), dan BMRI (Rp 78,7 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM (Rp 147,6 miliar), BREN (Rp 62,9 miliar), dan UNVR (Rp 45,9 miliar). Top leading movers emiten BREN, TLKM, GOTO, sementara top lagging movers emiten BBCA, BMRI, MSIN.
Nikkei dibuka melemah 0,42%, sementara KOSPI dibuka menguat 0,30%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini dikarenakan pergerakan pasar global, regional, dan komoditas yang cenderung beragam,” demikian isi laporan riset.
