TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Setelah Rally Panjang Waspadai Profit Taking, Berikut Saham Pilihan Hari Ini

Busthomi
22 October 2024 | 06:40
rubrik: Capital Market
IHSG Naik Terbatas

Ilustrasi laju saham. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0.16% kemarin dan disertai dengan net buy asing ~ 286 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah ANTM, BBNI, ASII, TLKM, dan GOTO.

Untuk perdagangan hari ini, Head of Research Retail BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan bahwa IHSG berpotensi terkoreksi wajar setelah naik 7 hari berturut-turut.

“Dengan kondisi tersebut, level Support IHSG diproyeksi berada di rentang 7700-7730 dengan level Resist IHSG berada di kisaran 7800-7840,” demikian sebut Fanny dalam risetnya, Selasa (22/10/2024).

Global Overnight Review

Wall Street: Dow, S&P Ditutup Melemah Terdorong Kenaikan Imbal Hasil US Treasury. Wall Street ditutup beragam karena imbal hasil US Treasury naik dan investor waspada terhadap valuasi tinggi yang menunggu kinerja laba dari perusahaan besar.

Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,80% ke 42.931,60, S&P 500 turun 0,18% ke 5.853,98 dan Nasdaq Composite menguat 0,27% ke 18.540,01. Penguatan Nasdaq ditopang oleh perusahaan chip papan atas Nvidia, naik 4,14%.

Pada awal pekan ini, imbal hasil obligasi US Treasury tenor 10 tahun meningkat sebesar 4,17%. Selain itu, saham Boeing BA.N menguat 3,1% setelah berita bahwa pekerja dapat memberikan suara pada kesepakatan baru untuk mengakhiri pemogokan lima minggu yang merugikan.

Saham Spirit Airlines juga meroket 53,06% setelah perusahaan mencapai kesepakatan untuk memperpanjang batas waktu pembiayaan kembali utang selama dua bulan.

Sementara, saham Humana merosot 2,46% setelah sebuah laporan mengatakan Cigna telah melanjutkan pembicaraan merger dengan perusahaan asuransi kesehatan tersebut. Saham Cigna turun 4,69%.

Bursa Asia Ditutup Bervariasi

Bursa Asia beragam pada perdagangan Senin (21/10). Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,07% dan indeks Topix turun 0,34%, meskipun saham teknologi mengalami kenaikan.

BACA JUGA:   Indeks Terpantau Positif

Selain itu, Jepang akan mengadakan pemilu pada (27/10) dan apakah Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa akan berhasil memenangkan 233 kursi yang diperlukan untuk mayoritas di majelis rendah.

Bursa saham China naik tipis, dipimpin oleh kenaikan saham teknologi setelah Beijing mengumumkan langkah-langkah baru untuk mendukung perusahaan teknologi inovatif, serta penurunan suku bunga acuan.

Indeks CSI300 naik 0,3%, sementara indeks Shanghai Composite naik 0,2%. Di sisi lain, indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,6%. Bursa saham Australia menguat 0,74%, didorong oleh saham penambang dan bank.

Sementara saham perusahaan teknologi WiseTech Global dan perusahaan tambang Mineral Resources menurun tajam setelah penyelidikan terhadap eksekutif puncaknya. Sedangkan di Korea Selatan, Kospi naik 0,43% dan Kosdaq menguat 0,89%. (Source: Investor Daily, Bloomberg)

Trading Idea hari ini: AKRA, ELSA, BUMI, BMRI, PGEO, dan SCMA

–AKRA Spec Buy dengan area beli di 1440, cutloss jika break di bawah 1420. Jika tidak break di bawah 1440, potensi naik ke 1490-1500 short term.

–ELSA Spec Buy dengan area beli di 486, cutloss jika break di bawah 476. Jika tidak break di bawah 476, potensi naik ke 496-505 short term.

–BUMI Spec Buy dengan area beli di 138, cutloss jika break di bawah 133. Jika tidak break di bawah 138, potensi naik ke 143-148 short term.

–BMRI Spec Buy dengan area beli di 7200, cutloss jika break di bawah 7100. Jika tidak break di bawah 7100, potensi naik ke 7275-7350 short term.

–PGEO Buy on Weakness dengan area beli di 1140, cutloss jika break di bawah 1130. Jika tidak break di bawah 1130, potensi naik ke 1170-1200 short term.

BACA JUGA:   Di Pembukaan Perdagangan, Indeks Terdongkrak

–SCMA Spec Buy dengan area beli di 137, cutloss jika break di bawah 134. Jika tidak break di bawah 137, potensi naik ke 140-144 short term.

Tags: ihsgproyeksi sahamrekomendasi sahamsaham akrasaham hari inisaham scma
Previous Post

BEI Suspensi SINI

Next Post

Riset: Masyarakat Khawatir Transparansi Pengelolaan Dana TAPERA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR