Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG ditutup naik 1.13% kemarin, dan akhirnya disertai dengan net buy asing Rp1.2 triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BMRI, BRMS, TLKM, dan SMGR.
Untuk perdagangan hari ini, Head of Research Retail BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan bahwa IHSG berpotensi sedikit koreksi setelah naik 5 hari berturut-turut.
“Dengan demikian level Support IHSG akan berada di rentang 7600-7670 dan level Resist IHSG diproyeksi di kisaran 7750-7800,” kata dia dalam risetnya, Jumat (18/10/2024).
Global Overnight Review
Wall Street Menguat; Dow Jones Naik, namun S&P Turun. Indeks-indeks Wall Street mayoritas menguat pada Kamis (17/10).
Dow Jones naik (0,37% menjadi 43.239,05. Kenaikan ini didorong oleh penguatan saham Travelers sebesar 9% setelah laporan keuangan kuartalan yang positif.
Sementara Nasdaq Composite naik tipis 0,04% menjadi 18.373,61, didorong dari saham-saham semikonduktor. Sedangkan, S&P 500 turun 0,02% ke 5.841,47.
Saham Nvidia, naik 0,9% terdorong setelah Taiwan Semiconductor (TSMC), pemasok utama Nvidia dan produsen chip lainnya, melaporkan hasil kuartal ketiga yang kuat dan menaikkan perkiraan pendapatan untuk akhir tahun.
Saham TSMC ditutup melonjak 9,8%. Data ekonomi AS terbaru yang dirilis Kamis juga menjadi pendorong saham.
Angka penjualan ritel September menunjukkan belanja konsumen tetap kuat, dengan peningkatan sebesar 0,4% MoM, melebihi perkiraan konsensus Dow Jones sebesar 0,3%. Penjualan di luar sektor otomotif melonjak 0,5%, jauh lebih tinggi dari perkiraan 0,1%.
Bursa Asia Rebound Mengikuti Kenaikan Wall Street.
Pasar saham Asia-Pasifik menguat mengikuti kenaikan Wall Street sehingga Dow Jones mencapai rekor terbaru di tengah musim laporan keuangan.
Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,69%, dan Topix turun 0,11%. Ekspor Jepang turun 1,7% dari tahun lalu yang disebabkan oleh penurunan harga mobil, bahan bakar mineral dan mesin konstruksi. Impor Jepang naik 2,1%, dibandingkan perkiraan sebesar 2,8%, sementara defisit perdagangan menyempit menjadi ¥294,3 miliar atau US$2 miliar.
Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,86%. Tingkat Pengangguran Australia turun ke 4,1% pada Sep-24, dibandingkan perkiraan dan angka sebelumnya sebesar 4,2%.
Tingkat partisipasi di Australia naik menjadi 67,2% pada Sep-24, dibandingkan 67,1% pada Ags-24. Indeks Kospi Korea Selatan turun tipis 0,04%, Hang Seng (HSI) Hong Kong melemah 1,02%, dan Shanghai Composite China turun 1,05%.
Sementara, Taiex Taiwan naik 0,19%, Straits Times Singapura menguat 0,95% dan KLCI Malaysia naik 0,54%. (Source: Kontan, Investor Daily, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: ISAT, BREN, PTRO, PGEO, BFIN, dan MEDC
–ISAT Spec Buy dengan area beli di 2400, cutloss jika break di bawah 2360. Jika tidak break di bawah 2400, potensi naik ke 2450-2530 short term.
–BREN Buy on Weakness dengan area beli di 7100, cutloss jika break di bawah 6925. Jika tidak break di bawah 7100, potensi naik ke 7300-7400 short term.
–PTRO Spec Buy dengan area beli di 14450, cutloss jika break di bawah 14250. Jika tidak break di bawah 14450, potensi naik ke 14600-14700 short term.
–PGEO Spec Buy dengan area beli di 1170, cutloss jika break di bawah 1160. Jika tidak break di bawah 1160, potensi naik ke 1180-1200 short term.
–BFIN Spec Buy dengan area beli di 940, cutloss jika break di bawah 930. Jika tidak break di bawah 940, potensi naik ke 970-990 short term.
–MEDC Spec Buy dengan area beli di 1295, cutloss jika break di bawah 1270. Jika tidak break di bawah 1295, potensi naik ke 1320-1340 short term.
