TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Program Cetak Sawah akan Diintegrasikan dengan Pertanian Modern

Nurdian Akhmad
25 October 2024 | 09:53
rubrik: Ekonomi
Program Padat Karya Bikin Petani Betah di Desa

Persawahan (Sumber Foto: Istimewa)

Jakarta, TopBusiness – Program cetak sawah yang diproyeksikan pemerintah luasnya mencapai 3 juta hektare di Papua Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.

Program ini akan diintegrasikan dengan program pertanian modern yang memanfaatkan teknologi, antara lain melalui penggunaan benih unggul, irigasi modern, dan mekanisasi pertanian.

“Ini bukan hanya tentang memperluas lahan, tetapi juga memastikan produktivitas pertanian bisa meningkat signifikan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat,” ucap  Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/10/2024).

Dia mengklaim program cetak sawah dapat mengurangi ketergantungan impor pangan Indonesia. Lewat strategi ini luasan lahan untuk produksi beras dapat diperluas.

“Indonesia, sebagai negara dengan populasi besar, tak bisa bergantung pada impor pangan. Kemandirian dalam sektor pertanian menjadi semakin vital untuk menghadapi ketidakpastian ini,” katanya.

Program cetak sawah juga dilakukan karena lahan pertanian di Indonesia saat ini makin terbatas akibat alih fungsi lahan menjadi kawasan industri dan perumahan.

Selain faktor domestik, dinamika global juga ikut melatarbelakangi Kementan melangsungkan program ini.

“Ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, dan terganggunya rantai pasok pangan internasional akibat berbagai konflik geopolitik, termasuk perang Rusia-Ukraina, memperparah kondisi pangan dunia,” ujar Sudaryono.

Program cetak sawah ditargetkan turut bisa menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian dan mendorong perekonomian desa.

Sebelum menggarap program cetak sawah, Kementan fokus melakukan optimasi lahan rawa di sejumlah wilayah seperti Merauke, Papua Selatan dan Kapuas, Kalimantan Tengah.

BACA JUGA:   PUPR Percepat Realisasi Program Padat Karya
Tags: cetak sawah baru
Previous Post

Akhir Pekan, IHSG Bergerak Datar

Next Post

ADHI Catatkan Kinerja Apik Kuartal III: Laba Bersih Tumbuh 3x, DER kian Membaik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR