TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IST dan Inerco Bangun Pabrik Pipa Baja Seamless Rp 2,5 Trliun

Nurdian Akhmad
6 November 2024 | 14:20
rubrik: Business Info
IST dan Inerco Bangun Pabrik Pipa Baja Seamless Rp 2,5 Trliun

Jakarta, TopBusiness –  PT Artas Energi Petrogas atau Indonesia Seamless Tube (IST) dan Inerco Global International (AEP-IGI) resmi membangun pabrik pipa baja seamless pertama di Indonesia dengan nilai investasi mencapai Rp 2,5 triliun, di Kawasan Industri Krakatau Industrial Estate Cilegon, Banten.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan, pembangunan pabrik ini diharapkan bisa meningkatkan produksi pipa dalam negeri, sehingga mampu memenuhi kebutuhan Jaringan Gas (Jargas) di Indonesia.

“Pemerintah mengapresiasi atas peresmian pabrik yang pertama di Asia Tenggara ini Pabrik Seamless Tube, yang akan bermakna penting buat pembangunan infrastruktur migas kita di Indonesia,” kata Faisol dalam acara Indonesia Seamless Tube Summit di Hotel St Regis, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

Faisol mengatakan, pembangunan pabrik pipa seamless terbesar se Asia Tenggara ini juga diharapkan bisa menjadi solusi kebutuhan Jargas tanah air. Meskipun dia menyadari bahwa hal tersebut merupakan domain daripada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Ini kan domainnya bukan di perindustrian tetapi di ESDM. Tapi tentu saja kami akan minta merekomendasikan supaya infrastrukturnya itu menggunakan produk dalam negeri. Ya terutama yang sudah dibangun oleh First, dipakai untuk Jargas,” terangnya.

Menurutnya, kebutuhan pipa untuk Jargas ini dinilai masih sangat besar. Berdasarkan catatannya, pipa Jargas di Pulau Jawa saja masih sedikit. Padahal Jargas ini bisa membantu mengurangi subsidi yang diberikan pemerintah utamanya untuk konsumsi minyak dan gas (Migas).

Tekan Impor Pipa Baja

CEO PT Artas Energi Petrogas, Jose Antonio Reyes menambahkan, keberadaan pabrik pipa baja ini bisa menekan impor yang saat ini mencapai Rp15 triliun per tahun. Saat ini kebutuhan pipa baja seamless sektor industri migas mencapai 500.000 ton per tahun.

BACA JUGA:   Punya Kontribusi Rp 3.050 Triliun, BTN Terus Perkuat Kolaborasi di Sektor Perumahan

Oleh karena itu, Indonesia menjadi incaran utama penyaluran over-supply produksi pipa baja seamless dari China. “Untuk menuju negara maju dan mewujudkan Indonesia emas seperti yang menjadi cita-cita besar bangsa Indonesia, tidak ada pilihan lain, kecuali mengambil langkah berani bertransformasi melalui konsep hilirisasi dengan menjadi negara industri”, ujar Jose.

Menurut dia, pendirian pabrik sejalan dengan gagasan kunci dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa hilirisasi adalah kunci strategis agar RI dapat menuju menjadi negara maju. Jose pun memerinci pabrik pipa baja terbaru itu berlokasi di kompleks Krakatau Steel Cilegon Industrial Area, Banten.

Pabrik baja seamless itu memiliki kapasitas produksi mencapai 200.000 ton per tahun untuk hot roll mill dan 100.000 ton per tahun untuk heat treatment.

IST, kata Jose, hadir sebagai produk jadi (end product) pipa baja seamless yang dimanufaktur dan diproses oleh pipe manufacturer dalam negeri. Dengan begitu, produknya dapat dioptimalisasi penggunaannya guna memenuhi kebutuhan produk pipa baja seamless nasional.

Jose menuturkan, pabrik itu turut mendorong penyediaan pipa baja untuk mencapai target lifting minyak bumi sebanyak satu juta barel per hari dan lifting gas sebesar 12 billion standard cubic feet per day (Bscfd pada 2030.

Menurut Jose, ini merupakan target strategis dalam rangka mengamankan ketahanan dan kemandirian energi nasional. “Peran dan kontribusi sektor industri minyak dan gas [migas] pun menjadi lokomotif penggerak ekonomi terdepan dalam merealisasikan pencapaian target strategis ketahanan dan kemandirian energi nasional,” ujar Jose.

Tags: InternationalPT Artas Energi Petrogas
Previous Post

IHSG di Pembukaan Perdagangan Menguat

Next Post

Bernilai Tambah Rp1.414 Triliun, Industri Kreatif Terus Dipacu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR