TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

2016, VIVA Bukukan Pendapatan Rp2,6 Triliun

Achmad Adhito
30 March 2017 | 17:57
rubrik: Business Info

Jakarta- Sepanjang tahun 2016, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) membukukan pendapatan sebesar Rp.2,686 triliun pada tahun 2016 atau tumbuh sebesar 27% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp.2,109 triliun.

“Pertumbuhan pendapatan VIVA di Industri yang mencapai 27%, lebih besar jika dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan rata-rata industri sebesar 22%  YoY,” kata  Presiden Direktur VIVA Anindya N.Bakrie dalam siaran pers, Kamis(30/3/2017).

Ia menjelaskan, peningkatan pendapatan VIVA ini diikuti juga dengan peningkatan EBITDA. Dimana tahun 2016 EBITDA VIVA mencapai  Rp.858miliar atau tumbuh 37% YoY.

“Seiring peningkatan EBITDA tersebut, marjin EBITDA VIVA tahun 2016 mencapai 32% dibandingkan periode 2015  yang mencapai 29,8% YoY. Kami akan berusaha untuk terus meningkatkan marjin EBITDA VIVA,” tambah Anin.

Kinerja tersebut, kata dia,  ditopangoleh  peningkatkan audience shares  selama tahun 2016,  dimana  ANTV sebagai stasiun televisi hiburan unggulan yang meraih peringkat ke-2 TV Free To Air  dengan audience shares rata-rata 14,0 (Sumber Nielsen Media Research 1 Januari 2001 sampai 31 Desember 2016). Bahkan pada bulan Desember 2016, ANTV  mencapai audience shares 15,8 dan terus meningkat pada Januari 2017 sebesar 17,3 serta Febuari 2017 sebesar 17,2. (Sumber AGB Nielsen, 1 Jan 2001 –  28 Feb 2017, TA : All People SEC). Keberhasilan ANTV tersebut, merupakan bukti bahwa program-program ANTV  berhasil diterima dengan baik oleh segmen menengah ke atas. Sedangkan tvOne sejak pertama kali launching telah menjadi stasiun televisi berita No.1 di Indonesia dan menjadi referensi utama bagi pemirsa di seluruh tanah air dan stasiun televisi berita global seperti CNN, Aljazeera, BBC  dan lain-lain. Secara keseluruhan selama tahun 2016 VIVA group berhasil meraih audience shares sebesar 19,4 untuk all people dan terus meningkat terus pada 2 bulan pertama tahun 2017 yaitu Januari sebesar 20,6  dan Februari sebesar 20,5 menjadikan  VIVA sebagai grup media dengan pertumbuhan audience shares tertinggi di industri TV Free To Air  2 tahun terakhir. (Sumber Nielsen TA All People, 1 Jan – 28 Feb 2016, 1 Jan – 28 Feb 2017).‎‎

BACA JUGA:   Upaya Mendorong Efektivitas Pemenuhan Kuota PLTS Atap

“Pertumbuhan pendapatan VIVA, khususnya ANTV adalah buah dari penerapan strategi yang ditetapkan oleh manajemen ANTV pada akhir kuartal ketiga 2013, yaitu mengubah fokus bidikan pemirsa menjadi wanita dan anak-anak. Sejak strategi ini diterapkan, ANTV secara konsisten berhasil meningkatkan TV Sharenya sampai saat ini, melalui penyajian program-program unggulan yang berkualitas yang tepat bagi para pemirsanya dan pengiklan. Diharapkan VIVA dan seluruh Entitas Anak dapat melanjutkan kinerja yang baik dimasa yang akan mendatang.”jelas Anindya N.Bakrie.

Sementara itu, analis pasar modal dari  Bina Artha Securities Reza Priyambada menilai, pertumbuhan pendapatan VIVA ditopang oleh kinerja MDIA melalui Entitas Anaknya yaitu ANTV, dengan pemilihan program yang memiliki segmen tertentu di masyarakat. “Program-program acara yang dikemas oleh ANTV, memberikan warna tersendiri dimata masyarakat sehingga pada akhirnya berimbas pada peningkatan jumlah pangsa pemirsa yang memberikan peluang untuk mendapatkan pengiklan. Hal ini, secara tidak langsung dapat terlihat pada grafik di atas dimana ANTV masuk dalam top three atau Tier #1 Televisi Free To Air sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengiklan untuk mengiklankan produk barang maupun jasa yang akan dipromosikan, “ jelas Reza.

Senada dengan itu,  analis pasar modal  dari Bahana Securities Henry Wibowo, menyampaikan, pertumbuhan belanja iklan berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Misalnya pada kuartal III-2016, TV adex tumbuh 5% YoY lebih lambat dibandingkan pertumbuhan kuartal II-2016 yang mencatatkan pertumbuhan 11% YoY. Hal ini sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun 2016 dibandingkan dengan kuartal II periode itu. Namun Henry menilai, kinerja perusahaan media diprediksi pada tahun 2017 masih kinclong. Menurutnya belanja iklan bersih alias net advertising expenditure (adex) masih bisa meningkat 10%. Dimana perusahaan media, terutama televisi, masih mendominasi belanja iklan dengan pertumbuhan positif. Di industri ini, belanja iklan televisi setara 64% total adex, diikuti dengan media cetak 19%, online 12%, media luar ruang 3% dan radio sebesar 2%.(az)

Previous Post

Bayu Buana Incar Milenial via Jelaja.com

Next Post

Amankan Kas Perseroan, LEAD Kembali Ajukan Ijin Rigths Issue Ke OJK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR