Jakarta—Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy (PGE), Irfan Zainuddin, mengungkapkan di Jakarta kemarin bahwa pihaknya akan menggelontorkan anggaran biaya investasi yang cukup besar untuk proyek panas bumi di tahun 2017. Itu seperti yang sudah ditetapkan dalam kebijakan energi nasional.
“Dari potensi panas bumi Indonesia 29 gw, sebagaimana roadmap yang dicanangkan pemerintah pada 2025, total kontribusi panas bumi Indonesia sebesar 7,2 gw. Pertamina akan berkontribusi sebesar 2,3 gw atau 32%,” kata dia.
Irfan menyakinkan bahwa PGE akan terus mengakselerasi berbagai pembangkit listrik tenaga panas bumi.
“Tahun 2016, perusahaan telah berhasil menyelesaikan tiga proyek pembangkit listrik panas bumi lebih cepat dari jadwal yang direncanakan, sehingga dapat berproduksi lebih awal. Tiga proyek tersebut antara lain Ulubelu Unit 3, Lahendong Unit 5, dan Lahendong Unit 6,” kata dia. (Albarsah/Dhi)