Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan menguat hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (15/11/2024) memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Menguat Hari Ini.
Bursa AS ditutup melemah pada Kamis (14/11): Dow -0.47%, S&P 500 -0.60%, Nasdaq -0.64%. Pasar AS turun pada hari Kamis saat reli pasca-pemilu semakin terhenti dan the Fed tidak terburu-buru untuk kembali menurunkan suku bunga. Yield UST 10Y naik +0.02% (+0.001 bps) ke 4.456%, dan indeks USD naik +0.35% ke 106.9.
Pasar komoditas cenderung menguat pada Kamis (14/11). Minyak WTI +0,39% ke USD 68,7/bbl, minyak Brent +0,39% ke USD 72,6/bbl, batu bara -1,32% ke USD 142,0/ton, CPO +2,31% ke MYR 4.917,0, dan emas -3,10% ke USD 2.659,1/toz.
Bursa saham Asia ditutup cenderung melemah pada Kamis (14/11). Kospi +0,01%, Nikkei -0,48%, Hang Seng -1,96%, dan Shanghai -1,73%.
Sementara IHSG ditutup pada level 7.214,6 (-1.3%). Investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 795,4 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 733,4 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 62 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 207,7 miliar), ADRO (Rp 127,3 miliar), dan TLKM (Rp 83,9 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan INDF (Rp 53,4 miliar), ITMG (Rp 18,6 miliar), dan BBNI (Rp 15,7 miliar). Adapun top sector gainer adalah sektor IDXTECH, sementara yang menjadi top sector loser adalah sektor IDXPROP. Top leading movers emiten MLPT, BUKA, MTEL sementara top lagging movers emiten BREN, BBRI, AMMN.
Nikkei dibuka menguat 0,73% dan KOSPI dibuka naik 0,47%, pagi ini. “Kami memperkirakan IHSG akan menguat hari ini dikarenakan pelemahan pada pasar AS dan menguatnya pasar regional,” demikian tertera di situs.
