Jakarta-Tim Pengembangan Pasar Surat Utang meluncurkan Electronic Trading Platform (ETP). Peluncuran ETP ini dilakukan di ruang Lobby Utama BEI, Gedung BEI, Kamis (6/4/2017). ETP adalah sebuah fasilitas yang menyediakan layanan pengiriman kuotasi bid dan offer dari partisipan, mengeksekusi kuotasi menjadi transaksi, dan pendistribusian data sebelum perdagangan dilaksanakan (pre-trade) dan data setelah perdagangan dilaksanakan (post-trade) secara elektronik ke pelaku pasar dan publik. Implementasi ETP ini rencananya akan dilakukan secara bertahap dengan tahap pertama akan memperdagangkan Obligasi Negara Ritel (ORI).
Direktur Utama BEI Tito Sulistio berharap dengan diluncurkannya ETP ini akan menambah varian jenis investasi bagi para investor di Pasar Modal Indonesia.
“Nantinya ETP akan diimplementasikan untuk seluruh jenis surat utang, termasuk surat utang yang diterbitkan perusahaan swasta”ujar dia di Jakarta, Kamis(6/4/2017)..
Apalagi dilihat dari sisi imbal hasil, investasi di produk investasi berbasis surat utang berpotensi memberikan imbal hasil yang prospektif bagi investor. Seperti diketahui, sejak diterbitkannya Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri 1 hingga 13 oleh Kementerian Keuangan RI, ORI tersebut memiliki rata-rata kupon yang ditawarkan sekitar 9% per tahunnya.
Pada saat acara peluncuran Perdagangan ETP terdapat 23 kuotasi yang disampaikan oleh Anggota ETP, yang meliputi kuotasi atas ORI011, ORI012, dan ORI013. Transaksi Perdana di Sistem ETP terjadi atas ORI013 antara Indo Premier Sekuritas dan Trimegah Sekuritas.
Peluncuran ETP juga didukung oleh BI dengan menunjuk KPEI sebagai penyelenggara kliring atas transaksi Surat Utang Negara melalui ETP, dengan harapan dapat mendukung pengembangan pasar surat utang di Indonesia, sehingga menjadi semakin maju dan berkembang.
Dengan peluncuran ETP ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas di pasar surat utang sehingga dapat meningkatkan basis dan minat investor (baik ritel maupun institusi) dan mendukung stabilitas pasar keuangan domestik.(az)