Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi menguat hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (2/12/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup menguat pada Jumat (29/11): Dow +0,42%, S&P 500 +0,56%, dan Nasdaq +0.83%. Pasar AS ditutup menguat ditopang oleh kenaikan harga saham-saham semikonduktor dan Dow Jones dan S&P 500 mencatatkan rekor tertinggi.
Pasar komoditas mayoritas bergerak beragam Jumat kemarin (29/11). Harga minyak WTI -1,28% ke level USD 68,00/bbl, harga minyak Brent -2,89% ke level USD 71,84/bbl, harga batubara -0,39% di level USD 138,9/ton, dan CPO +2,85% ke level MYR 5.023. Harga emas terpantau menguat 0,20% ke level USD 2.638/toz.
Bursa Asia ditutup bergerak beragam Jumat kemarin (29/11). Kospi -1,95%, Hang Seng +0,29%, Nikkei -0,37% dan Shanghai +0,93%.
IHSG ditutup melemah 1,19% ke level 7.114,3. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 1.890,2 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1.596,4 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 293,8 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 823,8 miliar), BMRI (Rp 453,1 miliar), dan ADRO (Rp 323,1 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ASII (Rp 81,1 miliar), INDF (Rp 29,9 miliar), dan BIPI (Rp 21,1 miliar). Top leading movers emiten BUMI, BRMS, PANI, sementara top lagging movers emiten BMRI, ADRO, BBRI.
Pagi ini, Kospi tercatat menguat 0,94%, dan Nikkei juga mencatatkan penguatan 0,16%. “Kami memperkirakan IHSG bergerak menguat, didorong sentimen menguatnya pasar AS dan regional,” demikian tertera di website.
