Jakarta—Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Inovasi dan Teknologi Pertanian, M. Syukur, mengharap bahwa ekspor produk ayam olahan dari Charoen Pokphand, bisa berlangsung ke Jepang dan Vietnam. Itu setelah sebelumnya mulai diekspor ke Papua Nugini.
“Atas nama menteri pertanian RI, saya bersyukur bahwa ekspor tersebut sudah menembus ke Papua Nugini,” kata M. Syukur dalam keterangan pers (14/3/2017).
Syukur mengatakan, kiriman perdana ke Papua Nugini itu sebanyak 1.000 karton dengan berat bersih 6.000 kg. Dan itu seukuran peti kemas 20 kaki.
Sementara, Presiden Komisaris Charoen Pokphand Indonesia, Hadi Gunawan, mengatakan bahwa ekspor perdana itu merupakan langkah awal membuka peluang besar ke pasar ekspor internasional.
Public Relations and Marketing Event Manager Charoend Pokphand, Santo Kadarusman, menyatakan bahwa tim auditor dari Jepang telah datang mengaudit Februari lalu. Hasil audit itu memerlihatkan bahwa unit produksi ayam olahan Charoen Pokphand punya standar produksi yang baik.
“Kami akan mampu mengekspor tidak hanya ke Jepang, tetapi dapat menembus ke negara lain juga seperti Malaysia dan Saudi Arabia yang membutuhkan produk halal,” ujar Santo. (Albarsah/Dhi)
