TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Saham dan Reksadana yang Dijagokan di Pekan Ini

Achmad Adhito
16 December 2024 | 08:25
rubrik: Capital Market
Hari Ini, Transaksi Saham Bernilai Rp 6,7 Triliun

Bursa Efek Indonesia (Dhi/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—-Analis saham dari Indo Premier Sekuritas (Ipot), David Kurniawan, pagi ini memberikan rekomendasi saham mingguan, untuk periode 16-20 Desember 2024.

Dalam riset yang diterima pagi ini oleh wartawan Majalah TopBusiness, David mengimbau investor saham untuk memerhatikan sejumlah sentimen yang bakal mempengaruhi pasar selama satu pekan ke depan. Yakni data ekspor-impor Indonesia, serta suku bunga domestik dan global.

David menyampaikan pada pekan ini, tepatnya 16 Desember 2024 dari domestik akan dirilis data ekspor-impor Indonesia. Sebagai gambaran perdagangan Indonesia menyempit menjadi USD 2,47 miliar pada Oktober 2024, turun dari USD 3,47 miliar pada bulan yang sama di tahun sebelumnya dan di bawah estimasi pasar sebesar USD 3,05 miliar. Ini menandai surplus perdagangan terkecil sejak Juni, terutama karena lonjakan impor.

Selanjutnya pada 18 Desember 2024, Bank Indonesia diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuannya pada level 6% selama rapat November 2024, sesuai dengan ekspektasi banyak pihak. Keputusan ini bertujuan untuk memperkuat stabilitas Rupiah dalam menanggapi meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, khususnya perkembangan di Amerika Serikat.

“Keputusan ini juga berupaya memastikan inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% untuk tahun 2024 dan 2025, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Diketahui, Rupiah telah terdepresiasi sebesar 0,84% secara bulanan, terutama didorong oleh penguatan Dolar AS secara luas dan pergeseran preferensi investor global terhadap aset AS menyusul hasil pemilu AS,” kata dia.

Sementara itu, tingkat inflasi tahunan Indonesia menurun menjadi 1,71% pada Oktober 2024 dari 1,84% pada bulan sebelumnya. Angka ini terendah sejak Oktober 2021 dan tetap berada dalam kisaran sasaran bank sentral.

Sementara itu dari dari global, perhatian pelaku pasar seluruh dunia pada sepekan ini adalah keputusan The Fed dan Bank of Japan terkait suku bunga. Sebelumnya Bank of Japan (BoJ) dengan suara bulat memertahankan suku bunga jangka pendek utamanya di sekitar 0,25% selama pertemuannya di bulan Oktober, mempertahankannya pada level tertinggi sejak 2008 dan sesuai dengan estimasi pasar.

BACA JUGA:   Pekan Ini, Analis Ipot Unggulkan Saham Apa?

Dewan Kebijakan tetap berkomitmen untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, jika data ekonomi dan harga sesuai dengan perkiraan. Dalam prospek triwulanan, BoJ mempertahankan perkiraannya bahwa inflasi inti akan mencapai 2,5% pada tahun fiskal 2024, dengan inflasi diperkirakan berada di sekitar 1,9% untuk tahun fiskal 2025.

David merekomendasikan tiga saham dan satu reksa dana untuk perdagangan pekan ini.

  1. Buy MAPA (Current Price: 1.040, Entry: 1.040, Target Price: 1.140, Stop Loss: 985, Risk to Reward Ratio: 1:1,8). PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) yang bergerak di sektor retail akan menjadi salah satu emiten favorit akhir tahun, sentimen ini juga didukung dengan data makro ekonomi yaitu IKK yang naik di level 125,9. Saat ini MAPA bergerak di atas rata-rata indikator MA5 & MA20 dan selama MAPA mampu bergerak di atas MA50 maka ada potensi untuk MAPA uji area resist penting di level 1.170.
  2. Buy TBIG (Current Price: 2.985, Entry: 2.030, Target Price: 2.170, Stop Loss: 1.970, Risk to Reward Ratio: 1:2,3). PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) memiliki probability kenaikan 60% di bulan Desember dalam 5 tahun terakhir dan dalam jangka pendek ada potensi untuk TBIG breakout dan keluar dari area sideways-nya. Menariknya, indikator MACD mulai terlihat bullish dan histogram bergerak positif. TBIG yang selama ini sering kali menerbitkan obligasi untuk mendapatkan pinjaman, di era suku bunga yang lebih murah memiliki kesempatan untuk mendapatkan pinjaman yang bonafit dengan melihat ruang dan kesempatan sektor tower dan telekomunikasi yang masih luas.
  3. Buy ISAT (Current Price: 2.630, Entry: 2.630, Target Price: 2.820, Stop Loss: 2.520, Risk to Reward Ratio: 1:1,7). PT Indosat Tbk (ISAT) saat ini bergerak di atas rata-rata harian MA5 & MA20, terlihat juga ISAT mulai keluar dari area downtrend channelnya dan indikator MACD bergerak di area bullish serta kenaikan kemarin didukung dengan high volume breakout.
  4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF IDX30 (XIIT). Stabilitas ekonomi Indonesia ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang solid terlihat dari indeks IKK ke level 125 dan didukung peningkatan belanja pemerintah untuk infrastruktur dan membaiknya aliran investasi di akhir tahun ini. IPOT merekomendasikan Reksa Dana Saham Power Fund Series XIIT yang berisikan IDX30 dengan komposisi emiten-emiten seperti ACES BBCA BBRI ADRO yang saat ini memiliki attractive value, bahkan ditambah dengan valuasi IHSG yang sangat atraktif dengan forward P/E: 12x, -1 standar deviasi di bawah average P/E 5Y: 17x menciptakan tailwind bagi pasar saham Indonesia di masa mendatang. Terlebih, di tengah dinamika suku bunga, emiten sektor perbankan yang menjadi underlying PFS ini ikut mendongkrak. Nasabah atau masyarakat luas akan lebih konsumtif dan berani untuk mengajukan pinjaman.
Tags: Indo premier sekuritasipotrekomendasi saham mingguansaham isatsaham MAPAsaham tbig
Previous Post

Berikut, 6 Saham Unggulan untuk Hari Ini

Next Post

Merger EXCL-FREN sudah Masuk OJK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR