Jakarta, TopBusiness—Indo Premier Sekuritas (Ipot) pagi ini memberikan rekomendasi mingguan untuk perdagangan saham. Berbicara tentang potensi market pada pekan ini (27-31 Oktober 2025), analis dari Ipot, David Kurniawan, mengakui kondisi pasar modal Indonesia masih akan positif dipengaruhi oleh sentimen dan katalis kunci earning season. Di situ, musim laporan keuangan atau earning season akan dimulai dan kali ini pelaku pasar akan menyoroti kinerja emiten besar di berbagai sektor untuk mencari arah pasar berikutnya.
“Para trader wajib menyimak laporan keuangan yang release 1-2 minggu ke depan. Dan memanfaatkan momentum earning season jika harga terapresiasi signifikan,” kata dia dalam analisis yang diterima wartawan Majalah TopBusiness.
“Sementara itu untuk investor, tetap pantau pertumbuhan growth fundamental dan akumulasi secara bertahap,” saran David.
Merespons dinamika pasar ini, David merekomendasikan saham dan obligasi berikut ini.
- Buy KLBF (Current Price: 1.225, Entry: 1.225, Target Price: 1.325 (8,16%), Stop Loss: 1.180 (-3,67%) dan Risk to Reward Ratio 1:2,2). KLBF mencatat kinerja keuangan stabil dan valuasi P/E tergolong rendah serta secara teknikal terlihat mulai bergerak uptrend sehingga kayak buy.
- Buy CPIN (Current Price: 5.150, Entry: 5.150, Target Price: 5.500 (6,80%), Stop Loss: 5.000 (-2,91%) dan Risk to Reward Ratio 1:2,3). Emiten ini terdongkrak program MBG yang dapat meningkatkan konsumsi daging dan EPSnya diproyeksikan akan tumbuh double digit. Yang lebih menarik, emiten ini mulai keluar dari downtrend channelnya.
- Buy AKRA (Current Price: 1.210, Entry: 1.210, Target Price: 1.300 (7,44%), Stop Loss: 1.150 (-4,96%) dan Risk to Reward Ratio 1:1,5). Emiten ini tertopang tensi US dan Rusia yang memicu supply shock minyak. Selain itu, AKRA mencatatkan kenaikan laba 12% pada Q3/2025. Lebih menarik lagi, pada Jumat lalu high volume dengan indikasi reversal.
- Buy Obligasi PBS038. Dengan kondisi obligasi 10 year yield Indonesia di area 6%, IPOT merekomendasikan PBS038 dengan kupon per tahun 6.875% dengan jatuh tempo 15 Desember 2049. YTM saat ini tercatat di level 6.6% bahkan lebih menarik daripada rata-rata ID10.
