Jakarta, TopBusiness – PT Semen Merah Putih (SMP) sebagai pabrikan semen termuda di indonesia, baru berumur 11 tahun dalam perkancahan industri persemenan di Indonesia.
Walaupun usia muda, SMP banyak keunggulan inovatif yang dibangun korporasi peremenann ini, baik dalam produk semen yang ramah lingkungan seperti Non-OPC, Green Semen, semen Hidraulis dan Semen Slag, sementara FLEXIPLUS dapat menekan carbon CO2 sebesar 20 persen dan ini sebuah inovasi dan langkah nyata SMP menghasilkan produk semen curah yang ramah lingkungan dengan dapat menekan C02 yang sangat tinggi, inovasi nyata yang diluncurkan merupakan produk pionir di industri semen, dimana 100 persen FLEXIPLUS telah digunakan untuk konstruksi di Batam.
Selanjutnya, kepedulian SMP dalam menghijaukan bumi tentunya sudah terlihat dengan langkah-langkah perusahaan dalam program Carbone Capture and Storage (CCS) dan Waste Heat Recovery System (WHRS).
Produk unggulan inovatif akan meramaikan persemanenan dalam negeri, dan tentunya besutan SMP ini perlu mandapatkan respon positif dari pasar persemenanan, juga industri konstruksi yang semakin menuju Net Zero Emision (NZE). Sebagaimana diketahui, semen Hidraulis dan Semen SLAG merupakan produk yang ramah lingkungkan yang dapat menyerap carbon C02 sebesar 20 persen, serta Sement SLAG yang diproduksi dengan memanfaatkan limbah industri prosesing baja, sisa baja atau SLAG baja tersebut dimanfaatkan sebagai campuran semen. Semen SLAG ini akan sangat kuat diaplikasikan pada konstruksi Dam, Bendungan, Pengairan dan juga untuk konstruksi pelabuhan dan juga kekuatan. Ketahanan Semen SLAG akan memberikan hasil yang sempurna dalam konstruksi dan SMP telah memproduksi semen yang ramah lingkungan sesuai dengan ketentuan regulasi di industri Konstruksi yang diatur dalam Peraturan Menteri PUPR No. 9 tahun 2021 tentang pedoman penyelengaraan Konstruksi berkelanjutan.
Ditegaskan Director of Commercial & Logistic Semen Merah Putih, Surindo Kalbu Adi, SMP melakukan investasi yang cukup besar dan menggenjot inovasi produk yang Green Sement, agar perusahaan terus bertumbuh dan berkelanjutan, dimana situasi dunia konstruksi di dalam negeri pun mewajibkan bahwa produk semen harus yang bisa menekan carbon C02 yang signifikan.
Lanjut Surindo, walaupun market semen tahun 2024 tidak terlalu bagus, akan tetapi SMP terus tumbuh positif 1,1% pada tataran nasional, tentunya pertumbuhan tersebut atas dukungan inovasi, salah satunya inovasi semen hijau yang menjadi penyumbang volume penjualan signifikan.
“Dan untuk tahun 2025, SMP akan menargetkan pertumbuhan yang agresif 3 kali lebih tinggi dari pertumbuhan pasar yang diperkirakan sebesar 3%, pertumbuhan ini oleh beberapa faktor infrastruktur pemerintah yang masih sangat besar dan juga program 3 juta rumah yang memerlukan kapasitas persemenan yang sangat besar pula”, jelas Surindo pada acara Outlook 2025 di Jakarta.
Sementara itu pemerintah telah menetapkan anggaran belanja infrastruktur untuk tahun 2025 sebesara Rp 400,3 triliun dengan rincian untuk pembangunan infrastruktur pendidikan, kesehatan, infrastruktur konektivitas serta infrastruktur pangan dan energi hingga ibukota negara (IKN). Tentunya dengan anggaran APBN yang ada penurunan 5,29%, ini SMP sudah mengantogi beberapa projek infrastruktur negara.
