TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

2,2 Juta Warga RI Migrasi, Ini Kiat dari Mantan Artis

Achmad Adhito
19 December 2024 | 10:04
rubrik: Capital Market
BUMN Konstruksi Ini  Setor Rp 745 Miliar ke Bisnis Listrik

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Tingginya gaji, peluang sosial-ekonomi yang lebih baik, serta prestis tinggal di luar negeri terus menarik minat banyak masyarakat Indonesia. Per September 2023, sebanyak 2.276.722 warga Indonesia tinggal di luar negeri berdasarkan data Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Namun, menetap di negara baru juga memiliki tantangan yang signifikan, mulai dari mengurus proses visa hingga mengelola keuangan.

Memeringati Hari Migran Internasional yang jatuh pada 18 Desember, Wise, perusahaan teknologi global yang menciptakan cara terbaik untuk mengirim dan mengelola uang ke seluruh dunia, mewawancarai Gisela Cindy, mantan artis cilik yang sekarang tinggal di Kanada.

Keterangan tertulis dari Wise yang diterima Majalah TopBusiness, pagi ini, menyebutkan bagwa Gisela telah meninggalkan dunia akting sejak 2012 untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Kanada dan telah tinggal di sana hingga kini.

Gisela membagikan tiga tip penting dari pengalamannya untuk para calon migran: m

Pertama, melakukan riset mengenai biaya hidup di negara tujuan. Sebelum pindah ke luar negeri, penting untuk melakukan riset dan memahami besaran biaya hidup di negara tujuan, terutama biaya akomodasi, yang menjadi biaya terbesar. Bagi mereka yang pindah melalui jalur visa kerja, memahami biaya hidup juga penting agar lebih selektif dalam melamar pekerjaan di luar negeri, sehingga dapat memastikan gaji yang ditawarkan dapat mencukupi biaya hidup.

“Dulu waktu memutuskan pindah sangat spontan, dan sejujurnya saya tidak sempat melakukan banyak riset tentang biaya hidup di Kanada. Saya cukup beruntung karena memiliki teman Indonesia di Kanada dan ada agensi pendidikan internasional di Indonesia yang bantu mencarikan tempat tinggal mengurus proses administrasinya,” ungkap Gisela. “Namun, perjalanan setiap orang memiliki tantangannya masing-masing. Jadi sebaiknya lakukan riset menyeluruh tentang biaya hidup di sini untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang berapa banyak dana awal yang akan dibutuhkan.”

BACA JUGA:   Pekerja MedcoEnergi Bangun Rumah Layak Huni

Kedua, bersiap investasi pendidikan. Gisela memulai perjalanan pindah ke luar negeri dengan melanjutkan pendidikan tingginya di Kanada. Meskipun biaya kuliah luar negeri bisa mahal, statusnya sebagai mahasiswa internasional memberikan Gisela kesempatan untuk bekerja sambil belajar. Tak hanya itu, hal ini juga membantu Gisela mendapatkan pekerjaan full-time dan akhirnya memenuhi syarat untuk mendapatkan permanent residency.

Salah satu proses mendapatkan permanent residency di Kanada didasarkan pada sistem poin yang disebut Comprehensive Ranking System (CRS). Faktor seperti pendidikan, pengalaman kerja, kemampuan bahasa, dan jabatan pekerjaan berkontribusi pada jumlah poin yang dikumpulkan.

“Semakin tinggi title pekerjaan dan banyaknya pengalaman, nilai poinnya semakin tinggi,” jelas Gisela. “Satu tahun setelah aku kerja full-time sudah berhasil dapat permanent residence.”

Selain melanjutkan pendidikan tinggi, calon migran asal Indonesia juga perlu mempersiapkan diri untuk mengikuti sertifikasi dan kursus bahasa asing sesuai dengan negara yang dituju, yang juga dapat menambah biaya tambahan sebelum pindah ke luar negeri.

Ketiga, perhatikan biaya dan markup nilai tukar ketika mengirim uang ke luar negeri. Jika berencana mengirim uang ke luar negeri, seperti ke rekening bank lokal di negara tujuan, penting untuk memilih penyedia layanan yang menawarkan nilai kurs tengah, seperti yang bisa kita lihat di Google.

“Dulu keluarga di Indonesia sering kirim uang ke saya menggunakan layanan pengiriman uang tradisional, tapi ternyata biaya transfernya mahal banget. Selain itu, saya menyadari bahwa kursnya juga di-markup. Kemudian, saya menemukan Wise, yang menawarkan biaya rendah dan nilai tukar yang transparan. Saya juga bisa memantau nilai tukar melalui aplikasi di HP dan mendapatkan notifikasi nilai tukar secara real-time, yang sangat membantu setiap kali saya perlu menerima atau mengirim uang ke luar negeri,” ungkap Gisela.

BACA JUGA:   IHSG Tertutup Anjlok

Melalui pengalamannya, Gisela berharap tip yang dibagikannya dapat membantu masyarakat Indonesia yang berencana untuk bekerja atau menetap di luar negeri, sehingga mereka bisa lebih siap menghadapi tantangan dan dapat meraih kesuksesan di negara tujuan mereka.

Tags: gisela cindymigrasi warga indonesiawise
Previous Post

Marak Pinjol, Inilah Tips Agar Gen Z tak Terjebak Gaya Hidup Konsumtif

Next Post

Perdagangan Perdana, Saham MDIY Langsung Ambles 24,55%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR