Jakarta, TopBusiness – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (IDX: MDIY), yang lebih dikenal dengan brand MR. D.I.Y., baru saja mencatatkan sahamnya di Burs Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/12/2024). Dalam perdagangan perdananya, saham MDIY langsung turun tajam sebesar 24,55% dari harga perdana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Saat proses offering, saham MDIY menetapkan harga Rp 1.650 per lembar saham. MDIY menerbitkan 2.519.039.400 saham yang berasal dari portepel. Dengan penurunan 24,55% itu atau 405 poin, maka saham MDIY menjadi Rp1.245 per saham.
Dalam perdagangan perdana ini, frekuensi saham MDIY sebanyak 2.585 kali, dengan volume perdagangan sebesar 176.442 dan setara dengan nilai Rp25,47 miliar.
Jumlah saham yang ditawarkan itu mewakili 10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah IPO. Saham ini terdiri dari 1% saham baru yang diterbitkan oleh MDIY dan 9% saham milik Azara Alpina Sdn. Bhd. selaku pemegang saham penjual. Dengan demikian, total dana yang berhasil dihimpun dari IPO ini mencapai Rp 4,15 triliun.
Dana tersebut, nantinya akan focus digunakan untuk mendukung pembukaan toko-toko baru serta memperluas jaringan guna semakin memperkuat kehadiran MDIY di pasar ritel domestik.
Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan sebagai modal kerja operasional guna memastikan kelancaran operasional dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan
Presiden Direktur MR. D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah saat acara pencatatan saham itu mengatakan, pihaknya optimis akan prospek bisnis MDIY ke depannya. “Kami percaya bahwa dengan pendekatan yang inklusif dan efisien, MR. D.I.Y. mampu menjadi solusi utama bagi keluarga Indonesia dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari dengan harga yang terjangkau,” kata dia.
Ia menekankan, fokus perusahaan bukan hanya pada satu segmen masyarakat, tetapi juga pada menciptakan akses yang lebih luas bagi pelanggan di seluruh Indonesia.
Salah satu kekuatan utama MR. D.I.Y., kata dia, adalah strategi operasional yang efisien dan adaptif. Perseroan mengonsolidasikan pesanan dalam jumlah besar dari seluruh jaringan toko, sehingga mampu mencapai skala ekonomi yang signifikan.
“Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memungkinkan perusahaan untuk menyediakan produk berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif, sekaligus menjaga margin keuntungan yang sehat. Di sisi lain juga akan mengoptimalkan pengelolaan melalui manajemen pasokan produk,” pungkasnya.
