Jakarta, TopBusiness – Emiten konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melalui anak usahanya, PT Daya Bumindo Karunia (DBK), telah mulai produksi batu bara metalurgi di area operasionalnya di Kalimantan Tengah.
Seluruh kegiatan operasional dan pembangunan fasilitas ini didanai oleh fasilitas kredit dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sejak 23 Desember 2024, dengan nilai maksimal sebesar Rp2,42 triliun.
“Integrasi fasilitas produksi di area operasional anak usaha Petrindo yaitu DBK merupakan langkah strategis yang dilaksanakan oleh perseroan, ujar Direktur Utama CUAN Michael dalam siaran resminya, dikutip Minggu (29/12/2024).
Michael mengatakan, saat ini DBK juga sedang melakukan integrasi fasilitas produksi melalui pembangunan fasilitas kantor, gudang penyimpanan bahan bakar, tempat tinggal karyawan serta fasilitas prasarana jalan tambang sepanjang ±149 kilometer (km).
Nantinya, jalan tersebut akan menghubungkan area operasional DBK dengan lokasi intermediate stockpile. Integrasi serta pembangunan fasilitas milik DBK ini juga dilakukan oleh anak usaha Petrindo lainnya yaitu PT Petrosea Tbk (PTRO) sebagai perusahaan multidisiplin kontrak pertambangan dan EPC terintegrasi.
Pada Juni lalu, PTRO dengan CUAN juga telah menandatangani perjanjian jasa pengembangan infrastruktur tambang dengan DBK sebagai implementasi dari strategi jangka panjang yang mencakup pengembangan usaha dan ekspansi bisnis.
Selain jalan tambang, PTRO juga memberikan jasa pengerjaan infrastruktur pendukung lainnya kepada DBK, seperti pembangunan camp karyawan, kantor, gudang, fuel storage dan jetty, serta jasa pertambangan yang mencakup aktivitas overburden removal dan produksi batu bara.
“Pembangunan infrastruktur seperti jalan, area kantor serta gudang penyimpanan bahan bakar ini akan memperlancar kegiatan produksi serta transportasi DBK di masa depan,” ujar Michael.
Produksi batu bara metalurgi oleh DBK ini merupakan bagian dari diversifikasi portofolio Petrindo yang memperkokoh posisinya sebagai satu perusahaan induk di industri pengolahan batu bara.
Pada Juni lalu, PTRO dengan CUAN juga telah menandatangani perjanjian jasa pengembangan infrastruktur tambang dengan DBK sebagai implementasi dari strategi jangka panjang yang mencakup pengembangan usaha dan ekspansi bisnis.
Selain jalan tambang, PTRO juga memberikan jasa pengerjaan infrastruktur pendukung lainnya kepada DBK, seperti pembangunan camp karyawan, kantor, gudang, fuel storage dan jetty, serta jasa pertambangan yang mencakup aktivitas overburden removal dan produksi batu bara.
“Pembangunan infrastruktur seperti jalan, area kantor serta gudang penyimpanan bahan bakar ini akan memperlancar kegiatan produksi serta transportasi DBK di masa depan,” ujar Michael.
Produksi batu bara metalurgi oleh DBK ini merupakan bagian dari diversifikasi portofolio Petrindo yang memperkokoh posisinya sebagai satu perusahaan induk di industri pengolahan batu bara.
