Jakarta, TopBusiness – PT BPR BKK Wonogiri (Perseroda) mempunyai cara unik untuk menciptakan pangsa pasar sehingga mampu bertahan di tengah-tengah persaingan industri perbankan.
Saat sesi pendalaman materi presentasi berjudul KINERJA BISNIS PERUSAHAAN DALAM MENDUKUNG UMKM, Direktur Pemasaran, Joko Santoso, menerangkan soal pangsa pasar perseroda yang mesti bersaing dengan kompetitor lain. “Kalau dari data statistik, kami jujur belum pernah melakukan sebuah penelitian. Namun demikian, kalau melihat bahwa BPR BKK Wonogiri ini adalah BPR yang terbesar di Kab. Wonogiri terlepas dari kompetitor. Tentunya, kita tak lepas juga dengan kompetitor dari bank umum. Namun demikian, kami punya 12 cabang dari 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Kami punya enam kantor kas di Kab. Wonogiri sehingga 90 persen daripada wilayah kecamatan di Wonogiri, kami memiliki kantor pelayanan,” kata dia di hadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2025.
Lanjut dirinya menjelaskan tentang menciptakan market share (pangsa pasar) yang sekaligus menjadi sasaran utama sebagai calon nasabah ataupun menjadi nasabah loyal. “Tentunya nasabah kami adalah nasabah pedesaan yang tidak terjangkau oleh bank umum. Ini segmen pasar kami. Sehingga, dari sini sebagai BPR di Kabupaten Wonogiri bagaimana kita memberikan edukasi aksesibilitas perbankan, khususnya di masyarakat-masyarakat daerah pinggiran yang tidak tersentuh oleh bank-bank umum, baik itu di dana maupun kredit,” ujar dia.
“Di bidang dana, tentunya, kalau kita berbicara digitalisasi kita jauh tertinggal dari bank umum. Namun demikian, kelemahan kami dari rendahnya digitalisasi, justru ini menjadi kekuatan promosi. Kenapa bisa saya katakan demikian? Karena kami mengedukasi kepada masyarakat bahwasannya bagaimana pentingnya menabung. Nah, kalau menabung tidak terkoneksi dengan digitalisasi di situ adalah lebih safety, artinya kalau transaksi kita anjurkan kepada bank umum. Tapi, kalau dia investasi pada masa depan itu kita sarankan bagaimana untuk pengelolaan keuangannya itu di BPR BKK kami,” ungkap dia.
Di kesempatan yang sama, Sarti selaku Direktur Utama mengatakan soal inovasi produk di bidang kredit. Kredit dengan suku bunga murah ada Kredit Mentari. “Ini merupakan produk kredit gagasan dari Bupati Wonogiri yaitu kredit yang bertujuan untuk mengentaskan masyarakat dari jeratan rentenir serta diperuntukkan bagi pedagang candak kulak, pedagang oprokan, warungan, kaki lima, kuli panggul pasar, juru parkir, tukang sapu, jasa bengkel berskala kecil dan jasa lain berskala usaha mikro,” ungkap Sarti.
Kemudian kredit KMB (Kredit Mikro BKK), merupakan produk kredit gagasan dari Gubernur Jawa Tengah dengan sasaran para pelaku UMKM yang memiliki usaha produktif.
Dia juga menyebutkan beberapa inovasi pada kredit umum dengan tambahan layanan antara lain kredit untuk pembiayaan pertanian, perdagangan, ataupun proyek Pembangunan Daerah yang dibiayai dari dana APBD.
Sementara itu, inovasi di bidang Dana. Seperti, tabungan dengan skim khusus. Dalam hal ini ada, tabungan Simpel Ayah Sukses (Simpanan Pelajar Anak Yatim Mberkahi Sukses), yaitu pengembangan dari tabungan pelajar yang diperuntukkan bagi anak yatim dan atau piatu dimana saldo awal simpanan ini dibukakan dari dana CSR Perusahaan dan selanjutnya diteruskan oleh orang tua asuh sebagai donatur tetap setiap bulan.
Selanjutnya tabungan TAMADES MAPAN, yaitu produk tabungan dimana nasabah membayar sejumlah dana tertentu dengan jangka waktu yang telah ditentukan dan uang yang dikumpulkan dari nasabah baru dapat ditarik pada akhir periode/saat tanggal jatuh tempo. Tabungan ini dapat dipergunakan untuk rencana jangka tertentu seperti biaya umroh, sekolah, rumah, kendaraan atau dapat juga untuk investasi.
Sarti mengatakan, perseroda memiliki inovasi di bidang tabungan. Pertama, tabungan SICIPTA (Simpanan Cocok Idola Pelajar dan Wiraswasta), yaitu diperuntukan bagi Penabung perorangan, pelajar, Badan Usaha, Yayasan dan Lembaga Pemerintah dan BPR atau Bank lain. Sistem bunga harian dan tanpa biaya administrasi.
Kedua, tabungan TAMADES (Tabungan Masyarakat Desa), yaitu diperuntukkan bagi nasabah umum dengan suku bunga kompetitif, dan tanpa biaya administrasi.
Ketiga, tabungan TAWA (Tabungan Wajib), yaitu tabungan bersifat wajib bagi nasabah kredit.
