TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Petrosea akan Garap Tambang Vale Indonesia Senilai Rp 16 Triliun

Albarsyah
16 January 2025 | 14:37
rubrik: Capital Market
Ini Alasan Sumitomo Mundur dari Proyek Smelter Nikel INCO

ilustrasi nikel. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Petrosea Tbk (PTRO) bakal menggarap jasa penambangan nikel di area Bahodopi Blok 2 dan 3, Sulawesi Tengah. Area tersebut merupakan bagian dari wilayah konsesi PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Hal ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia Wiwik Wahyuni, yang menjawab permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia. Wiwik menyampaikan, setelah melalui proses lelang yang sesuai dengan tata kelola, PTRO memenangkan pekerjaan jasa penambangan di area Bahodopi Blok 2 dan 3.

Penetapan pemenang ini akan diikuti proses penandatanganan kontrak oleh kedua belah pihak. “Baik Perseroan maupun PTRO akan segera memfinalisasi penandatanganan kontrak jasa pertambangan tersebut, yang diharapkan bisa selesai pada bulan Maret 2025.,” ungkap Wiwik dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/1).

Nilai pekerjaan jasa pertambangan ini diperkirakan mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun, dengan jangka waktu 10 tahun. 

Cakupan pekerjaan meliputi jasa pengupasan lapisan tanah, penambangan dan pengangkutan bijih nikel, serta pembangunan infrastruktur yang terkait dengan jasa pertambangan.

“Kontrak jasa pertambangan ini akan memperkuat operasional bisnis Perseroan dengan memperoleh tambahan produksi bijih nikel dari area Bahodopi Blok 2 dan 3 untuk melengkapi Blok Sorowako yang telah beroperasi selama ini,” terang Wiwik.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Petrosea Anto Broto hanya menyampaikan konfirmasi bahwa proyek tambang nikel INCO tersebut merupakan salah satu proyek potensial (potential project in the pipeline) yang sedang dalam proses finalisasi kontrak. 

Seperti diketahui, INCO kini menjadi bagian dari holding pertambangan BUMN, MIND ID. Bersama-sama dengan Vale Canada Limited, MIND ID menjadi pengendali INCO dengan porsi kepemilikan 34%.

Sedangkan PTRO merupakan bagian dari konglomerasi bisnis milik Prajogo Pangestu. Konglomerat tersebut mengendalikan PTRO melalui PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk

BACA JUGA:   Indeks Terkena Aksi Ambil Untung
Tags: PT Petrosea Tbk
Previous Post

600 UMKM dari 30 Kota Antusias Ikuti Program Inkubasi Sahabat FINATRA

Next Post

WIKA Beton Raih Penghargaan Padmamitra Award 2024 Kategori Infrastruktur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR