Jakarta, TopBusiness – Tak mau ketinggalan, di era digital yang kian berkembang pesat dewasa ini, PT BPR Bapera (Perseroda) Batang juga banyak melakukan inisiasi dan inovasi dengan memanfaatkan teknologi digital. Terobosan dan inovasi yang dilakukan juga berdampak signifikan terhadap performa, daya saing dan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Batang- Jawa Tengah ini.
Inovasi transfomasi digital PT BPR Bapera Batang mengalami lompatan baru sejak terjadi pandemi Covid-19 yang terus berlanjut hingga saat ini. Bank milik Pemerintah Daerah Kabupaten Batang ini, telah banyak bertranformasi dari pelayanan konvensional menjadi digital, di antaranya dilakukan dengan menghadirkan layanan VA (Virtual Account), sehingga setoran dan berbagai transkasi bank dapat dilakukan cepat kapan pun.
Inovasi ini juga mengacu atau didasari kaidah praktik usaha sesuai tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Dorongan perbaikan GCG untuk BPR Bapera ini juga selaras dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK /2015. Peraturan ini mengatur prinsip dan prosedur penerapan tata kelola yang baik pada BPR, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi BPR, serta melindungi pemangku kepentingan.
“Sebagai BUMD, kami juga terus perkuat tata kelola perusahaan yang baik, di mana hal ini sangatlah penting bagi BPR untuk bertahan dan berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Program digitalisasi dilakukan terutama untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dalam bertransaksi dan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional bank perekonomian rakyat (BPR) ini. Dalam hal ini BPR Bapera juga sudah berkolaborasi dengan lembaga jasa keuangan lain yang punya kapasitas teknologi yang lebih besar untuk pengembangan layanan digital ini.
Upaya peningatan teknologi digital ini juga selaras dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus mendorong pengembangan industri BPR, salah satunya fokus pada digitalisasi. Apalagi, transformasi digital BPR juga sudah tertuang dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK), dimana BPR bisa bekerja sama dengan Lembaga Jasa Keuangan Lain (LJK).
Implementasi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi di antaranya melalui layanan (VA) virtual account, sehingga setoran antar bank dapat terkoneksi dengan baik. Juga adanya percepatan pelayanan kredit 2 x 24 jam dari permohonan awal sampai dengan realisasi kredit. elalui virtual account, pelayanan perbankan juga dapat dilakukan secara mandiri oleh nasabah melalui aplikasi di smartphone tanpa harus datang ke kantor bank. Melalui virtual account, nasabah juga bisa setor ke BPR Bapera dan berbagai transaksi lainnya melalui aplikasi yang disediakan. Termasuk untuk pelayanan kredit, sehingga proses dari permohonan awal sampai dengan realisasi atau pencairan kredit, prosesnya bisa lebih cepat dan transparans.
Ditambahkan bahwa terobosan dan inovasi digital dilakukan juga untuk perkuat visi Bapera Batang yakni -Menjadi mitra pemberdayaan ekonomi rakyat yang kuat, sehat dan dinamis-. “Rumusan visi ini memiliki dua pilar utama, yaitu pemberdayaan ekonomi rakyat di satu sisi, dan sisi lain juga untuk peningkatan performa sebagai perusahaan,” ungkap Ifan Ardana SE. MSi Direktur Umum PT BPR Bapera Batang dalam wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2025 pada (15/01/2024), secara daring melalui zoom meeting yang diselenggarakan Majalah TopBusiness, Jakarta.
Turut hadir dalam wawancara penjurian ini, di antaranya Khaerul Mukmin, SE (PE Pemasaran), Nunung Vera Ariyanti, SE (PE Umum & Pelayanan), Dina Saptarini,SE (SPI), serta Aseaningrum, SH (PE Kepatuhan). Sedangkan Tim Juri penilai terdiri DR. Melani K. Harriman (CEO Melani K. Harriman & Associates), Prof.DR Wahyudin Zarkasyi (Guru Besar FE- Unpad Bandung), Ir. Sentot Baskoro (LSP MSDMKI), Al Hadhy (Lembaga Kajian Nusantara) Asta Cita yang dimodertori oleh Ahmad Chury (Madani Solusi Internasional Group).
Dalam paparannya, Dirum PT BPR Bapera Batang mengungkapkan bahwa terobosan dan invasi digital ini, secara umum juga berdampak signifikan terhadap kinerja usaha dan layanan nasabah yang juga meningkatkan performa, daya saing dan bisnis secara keseluruhah. Ia mencontohkan kinerja di 2024, di mana asset meningkat sebesar Rp 57,1 miliar atau 221,18%. “Kredit yang diberikan juga meningkat sebesar Rp 43,2 miliar atau 212,37 %. “Kredit dari 1.582 debitur menjadi 3.104 debitur di 2024,” ujarnya.
Kepercayaan nasabah juga makin tinggi sehingga dana-dana yang disimpan juga terus meningkat. Misalnya tahun 2024, simpanan meningkat sebesar Rp 17,1 miliar atau 228,58 %. Jumlah nasabah penabung juga meningkat dari 3.301 penabung menjadi 14.059 penabung. Deposito dari 246 Deposan menjadi 286 Deposan. “Secara ini juga berdampak pada perlehan laba di mana tahun 2024 laba Bank meningkat sebesar Rp. 972 Juta atau 382,27 %. Kami juga bisa setor Dividen untuk PAD sebesar Rp 684.769.122,” ujarnya.
Dengan kinerja yang tetap solid, PT BPR Bapera Batang tahun ini kembali masuk nominasi untuk meraih penghargaan TOP BUMD Awards 2025. Kegiatan TOP BUMD Awards merupakan ajang corporate rating atau penilaian untuk penghargaan bagi BUMD yang dinilai berhasil atau berprestasi, baik terkait kinerja bisnis maupun layanan bagi masyarakat atau pelanggan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness, bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai. Di antaranya Lembaga Kajian Nusantara (LKN) Asta Cita, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta beberapa Staf Pengajar dari Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.
Editor: Agus H
