Jakarta, TopBusiness – PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (IDX: HAIS) atau HIS terus konsisten dalam menggelar program pertanggungjawaban sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) serta program keberlanjutan. Bahkan dalam menggarap program CSR tersebut, HIS juga sudah mengadopsi ISO 26000 SR.
Perusahaan yang sudah 15 tahun berpengalaman di jasa pelayaran kapal tunda dan tongkang sektor batu bara ini menyebut, telah menjadikan keberlanjutan sebagai inti bisnisnya. Dan sekaligus berfokus pada keseimbangan sosial (people), lingkungan (planet), dan ekonomi (prosperity).
Demikian seperti disampaikan oleh Sukendi selaku GRCD & IR Dept Head HAIS dalam sesi wawancara penjurian TOP CSR Awards 2025 yang digelar secara daring, Rabu (30/4/2025). Hadir mendampingi Sukendi adalah Khairul Septiansyah – GRCD Officer, Akhmad Denoan Rinaldi – Corporate Communication (Corcom) Section Head, dan Bima Rizky Fakhturrohman – Corcom Officer.
“Sesuai dengan tema kita saat ini, yaitu ‘Menjadi Arus Kebaikan’, sehingga CSR Hasnur Internasional Shipping ini bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar proyek. Jadi, ini juga sesuai dengan visi HAIS yaitu, ‘Menjadi perseroan pelayaran dan logistik yang amanah dan terintegrasi dengan reputasi internasional, yang membawa manfaat dan kebanggaan bagi seluruh pemangku kepentingan serta memberikan kontribusi kepada masyarakat, bangsa, dan dunia’,” jelas Sukendi di awal-awal presentasi.
HAIS sendiri untuk kali pertama menjadi perusahaan yang terpilih atau nominator penerima penghargaan TOP CSR Awards 2025 yang digelar Mjalah TopBusiness. Untuk itu, Hasnur Internasional Shipping ini baru saja mengikuti proses penjurian TOP CSR secara virtual.
Dilanjutkan Sukendi, adapun misi HAIS adalah, pertama, memberikan pelayanan terbaik, aman, tepat waktu dan efisien bagi pelanggan; kedua, mematuhi peraturan perundangan yang berlaku di setiap kegiatan operasional dengan tata kelola perusahaan dan keselamatan yang baik; ketiga, mengikuti dinamika usaha logistik dan pelayaran, serta mengembangkan sumber daya mutakhir dan kompetitif; keempat, memberikan komitmen kepada prinsip usaha berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap alam dan lingkungan sekitar.
“Dengan visi-misi tersebut, maka visi dan misi keberlanjutan menjadi bagian tak terpisahkan dari arah perusahaan, serta menjadi fondasi dalam menjalankan usaha yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat,” jelas dia.
“Sebagai perusahaan jasa transportasi sungai, laut, dan logistik, kami telah berkomitmen menjalankan bisnis yang seimbang antara aspek 3P tersebut, yaitu people, planet, dan prosperity. Keberlanjutan bukan hanya kewajiban, tetapi strategi jangka panjang yang menciptakan nilai bagi semua pemangku kepentingan,” lanjutnya.
Komitmen ini dijalankan melalui tiga pilar utama: pertama, Governance, yakni menerapkan tata kelola yang baik, kepatuhan regulasi, dan prinsip ESG di seluruh lini usaha. Kedua, Environmental, menjaga ekosistem melalui efisiensi energi, teknologi ramah lingkungan, dan diversifikasi komoditas. Dan ketiga, Social, yaitu memberdayakan masyarakat dan karyawan melalui program yang meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup.
“Sepanjang 2024, kami memperkuat pelaksanaan 7 Nilai Inti Hasnur Group lewat berbagai program ESG dan CSR, yang mendukung operasional berkelanjutan dan pertumbuhan bisnis yang bertanggung jawab. Dan Direksi terlibat aktif memastikan nilai-nilai tersebut diimplementasikan secara nyata melalui berbagai kegiatan internalisasi seperti Quality Control Circle, Strategic Paper Competition, Temu Karya Mutu, dan program ESG lainnya,” jelas Sukendi.
Karena, lanjut dia, selain mendukung pencapaian target produksi dan pengembangan usaha, aspek ESG juga mulai masuk ke dalam KPI individu. “Dengan bobot awal itu kurang dari 5%. Dan akan ditingkatkan bertahap,” ujarnya.
Program CSR Unggulan
Dalam menggarap program CSR ini, Sukendi melanjutkan, Hasnur Internasional Shipping sendiri telah merumuskan tanggung jawab sosial untuk mendukung strategi bisnis berkelanjutan.
Langkah ini dilakukan melalui program pengembangan karyawan, pemberdayaan sosial, dan pelestarian lingkungan yang berdampak nyata pada kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Adapun untuk mendukung strategi bisnis berkelanjutan tersebut, tim CSR HIS telah mewujudkannya dalam lima pilar. Kelima pilar program CSR itu adalah, Pilar Pendidikan, Pilar Lingkungan, Pilar Kewirausahaan, Pilar Kesehatan, dan Pilar Sosial, Budaya, & Keagamaan.
“Dengan tiga program CSR unggulan kita adalah program program CSR Jumat Berkah, Poliklinik Terapung, dan Penanaman Pohon. Program CSR ini juga mendukung program delapan Asta Cita dan 17 Program Prioritas Kabinet Merah Putih 2024-2029,” terang Sukendi.
Dijelaskannya, Program Jumat Berbagi Berkah dilakukan melalui pembagian beras dan uang tunai kepada masyarakat lokasi operasional perusahaan. Di lain pihak, program ini juga dilaksanakan di semua entitas Hasnur Group, sehingga setiap hari Jumat selama setahun penuh program ini selalu bergulir.
“Jumat berkah merupakan implementasi dari salah satu point SDGs nomor 2 yaitu tanpa kelaparan. Program ini juga merupakan program mandatory Hasnur Group yang telah dilaksanakan sejak Founder Hasnur Group yaitu Alm. Bapak H. Abdussamad Sulaiman dan Almh. Ibu Hj. Nurhayati sejak masih hidupnya,” dia menceritakan.
Lalu ada program Poliklinik Terapung. Ini adalah program pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga tidak mampu di lokasi operasional Perusahaan, yaitu bantaran Sungai Barito. Adapun, prioritas sasarannya adalah warga yang berusia lanjut.
“Program ini dilaksanakan secara kolaborasi dengan beberapa pihak yaitu PT Hasnur Internasional Shipping Tbk, Polairud Polresta Banjarmasin, Hasnur Group, dan Yayasan Hasnur Centre,” katanya.
Selain pemeriksaan kesehatan gratis, kata dia, program ini dilaksanakan bersama dengan kegiatan Perpustakaan Terapung dengan sasaran anak-anak sekolah di lokasi berlangsungnya kegiatan serta pemberian sembako sebagai buah tangan untuk warga tidak mampu.
Lalu yang ketiga, program Penanaman 10.000 Pohon. Program penanaman pohon ini telah diinisiasi sejak tahun 2022 melalui pembangunan nursery di KM 01 Sungai Puting, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
“Penanaman 10.000 pohon ini ditargetkan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam upaya penyerapan karbon yang dihasilkan oleh kapal. Kegiatan penanaman tidak hanya dilakukan di wilayah operasional PT Hasnur Internasional Shipping Tbk di Kalimantan, tetapi juga di Jakarta. Jenis-jenis pohon yang ditanam meliputi pohon buah-buahan, pohon penghijauan, serta beberapa jenis pohon langka,” terangnya.
“Bagi kami, ketiga program ini sangat membanggakan. Selain itu juga, sekaligus merupakan contoh inovasi yang mengatasi risiko operasional dan mendukung keutuhan masyarakat. Karena, hasil mapping risiko operasional menunjukkan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar dan memperhatikan aspek sosial serta lingkungan,” terang dia.
Pasalnya, menurut dia, program-program tersebut secara efektif memberikan solusi dengan memperbaiki akses kesehatan, meningkatkan kualitas hidup, serta mengurangi dampak lingkungan, yang pada gilirannya mendukung keberlanjutan operasional Perusahaan.
Adopsi ISO 26000
Selain sederet program tersebut, sesuai dengan ISO 26000 SR, HAIS juga memiliki beberapa program CSR yang mengadopsi standar internasional itu. Seperti, dalam hal Organizational Governance (Tata Kelola Organisasi), Hasnur Internasional Shipping memastikan, seluruh proses bisnis dijalankan dengan transparansi, akuntabilitas, dan integritas. Yang dilakukan oleh semua divisi.
Selanjutnya, dalam hal Labor Practices (Praktik Ketenagakerjaan). Strategi pengelolaan SDM HIS didasarkan pada prinsip pengembangan berkelanjutan yang meliputi pelatihan, sertifikasi, dan penguatan budaya kerja berbasis nilai inti perusahaan. Bagian HCGS yang menggarapnya.
Juga terkait The Environment (Lingkungan Hidup), HIS juga berkomitmen untuk menjalankan praktik bisnis yang seimbang antara aspek people (sosial), planet (lingkungan), dan prosperity (ekonomi). Yang digarap oleh bagian Operation dan HCGS.
“Di aspek ini kita menjaga keseimbangan ekosistem dengan diversifikasi komoditas, penggunaan teknologi ramah lingkungan, serta efisiensi energi untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasional kapal dan logistik. Juga menjaga keseimbangan antara operasional bisnis dan perlindungan lingkungan dengan meminimalkan dampak lingkungan. Dan menjalankan program penanaman pohon yang berkelanjutan guna mendukung upaya penyerapan karbon,” kata Sukendi.
Lalu dalam aspek Community Involvement and Development (Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat), emiten dengan kode saham HAIS ini berkomitmen untuk membangun hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan melalui berbagai inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Ini digarap HCGS.
“Dalam hal ini, kami merancang program untuk mendukung 5 Pilar CSR utama tadi. Lalu memberdayakan masyarakat lokal melalui program-program pelatihan dan kesempatan kerja. Dan tentu saja berpartisipasi aktif dalam berbagai inisiatif untuk mendukung program di 5 Pilar CSR di sekitar wilayah operasional,” terang Sukendi.
