Jakarta, TopBusiness – Potret Perumda BPR Bintan dalam beberapa tahun ini sungguh mengagumkan. Dari sisi kinerja bisnis dan keuangan sangat positif, plus ditopang sederet inovasi yang luar biasa. Baik dari sisi pengembangan Teknologi Informasi (TI) maupun penerapan tata kelola yang sudah mumpuni.
Ya, Perumda BPR Bintan milik Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau ini siap kembali mengukir prestasi di ajang TOP BUMD Awards 2025 ini. Untuk kali pertama, BPR Bintan terpilih untuk menerima penghargaan di ajang yang digelar Majalah TopBusiness itu.
Prestasi BPR Bintan sepertinya selaras dengan nama besar daerah Bintan sendiri. BPR ini memang berasal dari daerah Bintan, Kepri yang legendaris dengan sejarah panjangnya yang sudah malang-melitang mewarnai jagad Nusantara kala itu.
Dan kiprah apik BPR Bintan tergambar jelas saat proses penjurian TOP BUMD Awards 2025 lalu secara daring, Kamis (16/1/2025). Saat penjurian itu, hadir memberi pemaparan adalah Direktur Utama BPR Bintan, Radhiah dan didampingi Siti Harlisah selaku Direktur Kepatuhan.
Dirut yang biasa disapa Dhiah itu menyebutkan, BPR Bintan memiliki visi: “Menjadi Bank yang dapat berperan dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan dan berdaya saing dengan memberikan pelayanan secara professional.”
Dengan misi yang diusung adalah, pertama, Memberikan pelayanan perbankan ke seluruh lapisan masyarakat; kedua, Sebagai pembina, pengembang dan pendamping dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, pengusaha kecil, dan koperasi.
Ketiga, Mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan keuangan melalui lembaga perbankan; keempat, Ikut berperan sebagai pengelola keuangan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan daerah; dan kelima, Mengelola bank secara transparan, efisien dan akuntabel.
“Sebagai lembaga keuangan perbankan, BPR Bintan juga memiliki proporsi orientasi usaha itu 100% mengincar laba. Hal ini terlihat dari kinerja keuangan kita yang di jalur yang positif,” kata dia.
Beberapa hal terkait pencapaian kinerja yang positif itu adalah, untuk kas bank pada akhir 2024 tercatat sebesar Rp1.458.696.000, terealisasi sebesar 100,92% dari target yang direncanakan yaitu sebesar Rp1.445.464.800. Dari angka tersebut, untuk kas yang masih besar terdapat pada kantor kas Tambelan. Kondisi tersebut terjadi dikarenakan keadaan wilayah geografis sulit untuk melakukan penyetoran ke bank koresponden BPR Bintan.
Lalu untuk penempatan pada Bank lain direncanakan sebesar Rp90.131.467.892 dan dapat direalisasikan sebesar Rp71.784.892.431 atau sebesar 79,64%. Ini disebabkan berbanding lurus dengan pencapaian penyaluran kredit.
Untuk Kredit Yang Diberikan (KYD) pada periode ini tercatat sebesar Rp176.752.964.853 atau sebesar 105,45% dari target yang direncanakan yaitu sebesar Rp167.618.208.859 dan meningkat sebesar 15,99% dari tahun lalu.
Tabungan masyarakat tercapai sebesar 100,87% dan meningkat sebesar 9,19% dari tahun lalu. Dengan pencapaian pos Deposito sebesar 80,30% dan mengalami penurunan sebesar 13,07% dari tahun lalu dikarenakan adanya penarikan beberapa deposito milik Pemkab Bintan yang wajib dipindahkan ke bank kasda/kas daerah (BPD).
Aset Tetap dan Inventaris direncanakan berada di posisi sebesar Rp6.311.005.434, tapi terealisasi sebesar Rp5.903.334.762 atau sebesar 93,54%, di mana rencana penambahan atau pembelian inventaris baru tidak sepenuhnya dilakukan pada tahun 2024.
Sehingga, untuk Aset pada periode 2024 tercatat sebesar Rp257.730.689.949 atau sebesar 96,69% dari target, namun tetap naik sebesar 3,38% dari tahun lalu. “Tidak tercapainya aset terhadap target dikarenakan berbanding lurus dengan tidak tercapainya target deposito,” ujarnya.
Dengan kondisi apik tersebut, maka sepanjang tahun 2024, tercapainya pendapatan laba tahun berjalan sebesar Rp4.110.297.249. “Raihan angka laba tersebut di atas target yakni sebesar Rp3.759.055.961. Artinya ini sudah tercapai 109,34% dari RBB (Rencana Bisnis Bank). Dan bahkan naik sebesar 22,59% dari tahun lalu (year on year/yoy),” tandas Dhiah.
Dengan apiknya kinerja itu, kata dia, pihaknya juga tetap konsisten untuk menyalurkan kewajibannya kepada para Pemegang Saham Pengendali (PSP) dalam hal ini Pemkab Bintan berupa setoran dividen.
Sebutnya, sejak 2008 BPR Bintan konsisten terus setor dividen. Dan angka tertinggi terjadi di tahun 2015 lalu yakni sebesar Rp4,45 miliar. Dan tahun 2013 lalu nilai dividennya sebesar Rp1,84 miliar. “Sehingga, sampai dengan 2023 untuk total dividen BPR Bintan Ke Pemerintah Kabupaten Bintan mencapai Rp35,97 miliar,” jelasnya.
Besut UMKM
Di tengah kiprahnya bidik pertumbuhan laba, BPR Bintan juga tetap menyalurkan subsidi, terutama untuk kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM). Dalam beberapa tahun ini, BPR Bintan berhasil melakukan tugas sebagai bank penyalur subsidi bunga melalui mekanisme pemberian kredit kepada UMKM di Kabupaten Bintan.
Di tahun 2022, contohnya, BPR Bintan menyalurkan kredit ke 455 debitur dengan plafon pinjaman senilai Rp10,275 miliar. Adapun untuk nominal subsidi bunga sebesar Rp1,69 miliar dari kuota subsidi bunga sebesar Rp1,90 miliar.
Lalu di 2023, dengan jumlah debitur 214 debitur, plafon pinjamannya Rp5,298 miliar, dengan nominal subsidi bunga sebesar Rp1 miliar dari kuota subsidi bunga sebesar Rp1 miliar.
“Dan di tahun 2024 lalu, dengan jumlah debitur 291 debitur, plafon pinjamannya Rp7,224 miliar, dengan nominal subsidi bunga sebesar Rp1,25 miliar, dari kuota subsidi bunga sebesar Rp1,25 miliar,” ungkap Dhiah.
Selain itu, BPR Bintan juga berhasil mencapai target penugasan sebagai bank penyalur gaji dan tambahan penghasilan bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja di lingkungan pemerintah Kabupaten Bintan. Dengan jumlah nasabah 577 orang dan jumlah dana yang disalurkan per bulan kurang lebih Rp2.096.666.900.
Dan ketiga, pencapaian terhadap kerja sama pembayaran honorarium guru ngaji, mubaligh/mubalighah, imam, penjaga masjid dan pelaksana fardhu kifayah se-Kabupaten Bintan. Dal hal ini, BPR Bintan ditunjuk sebagai bank penyalur pembayaran honorarium ke profesi tersebut se-Kabupaten Bintan. Dengan jumlah nasabah sebanyak 9.724 dan total dana yang disalurkan selama 2024 sebanyak Rp9.763.386.500.
Perkuat Tata Kelola dan Digitalisasi
Kendati berstatus BPR, Perumda BPR Bintan tetap memperhatikan praktik-praktik tata kelola yang baik. Disebutkan Dhiah, sesuai dengan peraturan perusahaan Perumda BPR Bintan menerapkan sistem manajemen kinerja dengan menerapkan KPI, Reward dan Punishment kepada seluruh pegawai sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam peraturan perusahaan tahun 2024.
“Makanya dalam hal ini, kami memiliki Skor Penilaian GCG yang baik. Yakni sesuai Penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tahun 2023 adalah untuk Nilai Komposit di angka 1,2 dan Skor komposit yaitu Sangat Baik,” katanya.
Dan juga, BPR Bintan ini memiliki portal pengaduan pegawai (whistleblowing system/WBS). Penerapan portal pengaduan pegawai di tempat kerja merupakan bentuk inovasi SDM lain yang ditujukan untuk mendukung keterlibatan pegawai dalam mendukung program antifraud di Perusahaan.
“Portal ini memungkinkan pegawai melaporkan kejadian yang diduga fraud kepada perusahaan dan mengidentifikasi sinyal-sinyal yang mengganggu perusahaan dalam hal fraud tanpa ada intervensi. Dan pastinya, dirahasiakan identitasnya. Mak dari itu, dalam hal keberhasilan sebagai pemimpin, poin ‘Penerapan GCG Secara Menyeluruh’ itu saya sebut,” jelas Dhiah.
Selain tata kelola, digitalisasi juga menjadi perhatian BPR Bintan. Sejauh ini, sudah banyak aplikasi yang sudah dikembangkan baik itu untuk internal maupun eksternal.
–Aplikasi Portal Senja (2019). Yaitu, aplikasi yang digunakan untuk memudahkan seluruh insan BPR Bintan dalam melakukan pelaporan daily report, mengakses peraturan internal dan eksternal, melakukan permintaan barang, peminjaman inventaris dan lainnya. Dengan aplikasi ini sangat memudahkan control terhadap aktivitas seluruh pegawai, update terhadap ketentuan terbaru dan control dalam hal pengajuan barang keperluan kantor.
–Aplikasi BiEasy (2024). Ini aplikasi co-branding layanan uang elektronik yang dapat diunduh/download melalui Playstore dan Appstore dan dapat digunakan oleh pengguna untuk bertransaksi apa pun mulai dari transfer, pembelian pulsa hp, Listrik, tiket pesawat, dan pembayaran tagihan lainnya. Sebagai E-Wallet ini sangat bermanfaat sebagai Branding Bank. Ini sangat bermanfaat karena meningkatkan pelayanan kepada nasabah dengan akses tanpa terbatas, mendukung program pemerintah daerah dalam menerapkan cashless society, dan bertambahnya jumlah nasabah dan branding BPR.
–Aplikasi BiSmart (2024). Dengan fitur unggulan : Model Bisnis – Aplikasi Mobil Banking Internal. Ini untuk informasi saldo, pindah buku dalam ruang lingkup BPR Bintan, Top Up ke Aplikasi BiEasy (Aplikasi E-Wallet) BPR Bintan.
–Aplikasi Tomans (2024). Ini adalah aplikasi digital dalam pelayanan kepada nasabah yang berada di luar kantor. Dengan fitur unggulan penerimaan setoran nasabah di luar kantor. Manfaatnya, kemudahan bagi nasabah untuk melakukan setoran tabungan di luar kantor melalui petugas Collection Funding yang terkoneksi langsung ke kantor dan berdampak bagi peningkatan dana pihak ketiga nasabah.
“Jadi kalau dibilang sebuah keberhasilan, adanya layanan cash pick up service dengan aplikasi Tomans ini dan inovasi dompet digital, yaitu BiEasy telah mendukung program pemerintah yakni cashless, menjadi hal-hal yang sangat membanggakan,” ujarnya.
Lainnya, BPR Bintan juga dalam tiga tahun berturut-turut ini sudah mengelola penyaluran kredit mikro (KMB) bermitra dengan Pemkab Bintan dengan adanya subsidi bunga sebesar 0% dari Pemkab kepada debitur UMKM BPR Bintan. “Dan ternyata selama ini dengan NPL 0%,” tandasnya.
