Jakarta, TopBusiness – PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry sudah sejak lama berupaya mewujudkan bisnis berkelanjutan di semua kegiatan operasional Perusahaan. Setidaknya itu dibuktikan dari adanya visi keberlanjutan (sustainability) yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2012 melalui APP Sustainability Roadmap Vision (SRV) 2020 dan diperkuat dengan APP Sustainability Roadmap Vision (SRV) 2030.
Strategi keberlanjutan PT Lontar Papyrus berdasarkan APP SRV 2030 berfokus pada tiga pilar utama yang terkait dengan industri pulp dan kertas yaitu Produksi, Pengelolaan Hutan, dan Sumber Daya Manusia (SDM).
Dari sisi produk dan produksi adalah meminimalisasi limbah produksi dengan target 30 persen pengurangan karbon. Untuk yang terkait pengelolaan hutan targetnya adalah konservasi hutan lebih dari setengah juta hektare. Sedangkan dari sisi SDM targetnya adalah peningkatan taraf hidup jutaan orang.
“Dalam pengelolaan hutan, PT Lontar Papyrus memiliki kawasan 1.190 Hektare (Ha), kita memiliki hutan alam yang masih alami seluas 250 Ha. Sepertinya atau Insya Alloh kita satu-satunya perusahaan besar yang masih memiliki hutan alam dalam satu kawasan pabrik,” Manager Public Affair & CSR di PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, Putra Hadi dalam penjurian TOP CSR Awards 2025 yang dilakukan secara daring, Rabu (16/4/2025).
PT Lontar Papyrus Pulp merupakan salah satu perusahaan yang beroperasi di bawah brand Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas. Perusahaan yang berkantor pusat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, ini memulai produksi komersial tahun 1994. Produk utamanya antara lain bubur kertas (pulp), tissue jumbo roll, dan chemical. Total karyawan perusahaan ini mencapai 1.490 orang.
Dalam presentasinya, Putra menyampaikan berbagai kegiatan yang menjadi inisiatif bisnis berkelanjutan terkait produk/proses, forest (bahan baku) dan people (karyawan dan masyarakat). Pertama adalah merangkul dan mengajak sebanyak mungkin stakeholder terutama masyarakat sekitar perusahaan dalam pelaksanaan program-program CSR yang terkait bisnis berkelanjutan perusahaan.
Inisiatif tersebut antara lain dilakukan melalui pemanfaatan produk samping perusahaan seperti gas Oksigen (O2), Nitrogen cair (N2). Selain itu, pemanfaatan limbah organik dan anorganik sebagai bahan kompos dan ameliorant: PTO, PTA12, PTA5.
“Kami juga memanfaatkan barang bekas perusahaan untuk pembangunan sarana dan prasarana di masyarakat dan pemerintah, seperti sekolah, pondok pesantren, pos yandu, rumah ibadah, jalan, jembatan, gapuran, sarana olahraga, taman bermain/hijau,” tuturnya.
Kegiatan lainnya adalah pemanfaatan lahan-lahan perusahaan yang tidak terpakai (CD Center Tebing Tinggi, Kawasan Teluk Nilau), kemudian pemilahan dan pemanfaatan sampah domestic oleh Kelompok Kerja Masyarakat binaan perusahaan.
“Kami juga melaksanakan bakti sosial karyawan (relawan) bidang kesehatan, misi amal, pendidikan, lingkungan melalui TLC (Tim Lontar Care), BAZIS Karyawan, TCLP (Tzu Chi Lontar Papyrus), YPMM (Yayasan Pendidikan Mayang Mangurai), dan lainnya,” kata Putra.
Inisiatif bisnis berkelanjutan lainnya adalah membantu menggerakkan potensi-potensi ekonomi keluarga dan usaha kecil untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian ekonomi masyarakat rentan. “Kami melakukan pembinaan dan pengembangan petani sawah di Kecamatan Teluk Nilau. Selain itu, pengembangan UMKM produsen makanan ringan dan minuman,” tuturnya.
PT Lontar Papurus juga berupaya menyelaraskan aktivitas perusahaan dengan potensi ekonomi masyarakat. Perusahaan membangun dan mengelola CD Center untuk petani sayur/palawija, buah-buahan, peternak ikan, kawasan hijau tempat olah raga, pemancingan, tempat pelatihan dan pertemuan (gedung/ruang tertutup, ruang terbuka, dan pendopo), serta kawasan camping.
Program CSR Unggulan
Kepada dewan juri, Putra memaparkan secara rinci program-program CSR unggulan PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry. Pertama adalah Program Pemanfaatan Oksigen atau O2 untuk Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik terutama sekitar Perusahaan. O2 tersebut merupakan hasil samping proses produksi di pabrik Perseroan.
“Ini merupakan program CSR PT Lontar Papyrus yang rutin dilakukan untuk memenuhi kebutuhan O2 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sejak 2015,” kata Putra.
Di Tahun 2020-2021, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry bekerja sama dengan Polda Jambi untuk menyalurkan oksigen ke berbagai rumah sakit di Jambi, Sumsel dan Jabodetabek untuk mendukung penangan pasien Covid – 19.
Hingga saat ini, kata dia, pendistribusian dari O2 hasil dari produk samping proses produksi PT LPPPI rutin disalurkan di beberapa Klinik, Puskesmas dan Rumah Sakit di kabupaten maupun provinsi sekitar perusahaan. Penyaluran O2 dilakukan dengan adanya surat permohonan dari rumah sakit atau klinik yang ditujukan kepada Perusahaan sekaligus pengantaran tabung O2 ke dalam lokasi pengisian tabung.
Tahun 2024, pengambilan O2 di LPPPI oleh Klinik, Puskesmas dan Rumah Sakit di Provinsi Jambi mencapai 199 liter, turun dibandingkan pada 2023 sebanyak 469 liter.
Sedangkan keterkaitan Program CSR ini dengan bisnis berkelanjutan, kata dia, antara lain meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengurangi dampak Perusahaan. Selain itu, program ini juga mengurangi biaya penanganan kesehatan oleh masyarakat dan instansi Kesehatan, serta mendukung program pemerintah kabupaten. “Oksigen juga jadi tidak mubazir. Dan, program CSR ini juga sebagai bentuk pelaksanaan CSV,” ucap dia.
Berdasarkan perhitungan, Program Pemanfaatan Oksigen atau O2 ini menghasilkan nilai sosial (social return on investment/SROI) sebesar 4.4. Artinya, setiap Rp 1 program yang diimplementasikan ke masyarakat menghasilkan sebesar Rp 4.14.
Program CSR unggulan lainnya adalah Program Peningkatkan kualitas Kesehatan Karyawan, Ibu, Balita dan Lansia dan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan. Dukungan dan program yang diimplementasikan perusahaan adalah melalui pengelolaan posyandu dengan pelatihan kader posyandu, sosialisasi, workshop; kampanye bahaya HIV-AIDS; sosialisasi stunting; Peningkatan kesehatan masyarakat melalui fogging; juga sosialisasi kesehatan lain seperti Kanker Serviks, IVA Test, Disiplidemia, dan lainnya.
“Tidak hanya sekadar dukungan sosial saja, perusahaan juga memberikan dukungan dalam Pembangunan infrastruktur posyandu, sanitasi air bersih, juga memberikan dukungan infrastruktur lain yang berkaitan dengan pencegahan penyakit di karyawan dan masyarakat,” kata Putra.
Dari sisi bisnis berkelanjutan, Program CSR ini mendukung program Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Selain itu, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan fasilitas, layanan dan kesadaran mengenai pentingnya Kesehatan. “Program ini juga mengurangi dampak kesehatan masyarakat karena operasi Perusahaan,” tuturnya.
Program CSR unggulan selanjutnya adalah Program Pemanfaatan Limbah N2 cair untuk Program Gertak Birah. Nitrogen Cair berfungsi sebagai sarana penyimpanan semen beku bibit sapi. Tentunya cairan ini berguna untuk menjaga kualitas straw agar tidak mengalami kekeringan yang dapat berujung pada kematian straw.
N2 yang merupakan produk samping dari bahan proses produksi di PT Lontar Papyrus dimanfaatkan untuk pengembangan populasi sapi/swasembada daging oleh beberapa kelompok peternak sapi dengan program Inseminasi Buatan (IB) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. “Penerima manfaat program ini adalah kelompok peternak di tiap desa yang rata-rata beranggotakan 50 orang,” ucapnya.
Melalui program ini, ada peningkatan kelahiran sapi rata-rata pada periode 2021-2023 dibandingkan periode 2009-2011 sebesar 49,6 persen. Dengan adanya peningkatan ini, permintaan pasar pun dapat terpenuhi. Sementara itu, berdasarkan perhitungan SROI, nilai program CSR ini adalah 9,51 yang artinya setiap Rp 1 program yang diimplementasikan ke masyarakat menghasilkan nilai sosial sebesar Rp 9,51.
Program CR unggulan PT Lontar Papyrus lainnya adalah Pemanfaatan Kulit Kayu untuk pembuatan Kompos atau Amelioran. Selain mengurangi limbah padat pabrik, pembuatan pupuk kompos ini meningkatkan pendapatan masyarakat. Dalam pembuatan kompos ini, kulit kayu 20%, Sludge IPAL 60% dan Bio Fly Ash Boiler dicampur, diaduk, di-treatment, dikemas dan dikirim ke HTI.
Program ini bisa menghasilan pupuk/Amelioran (PTO dan PTA 12) sebanyak 2.000 hingga 3.000 ton per bulan serta memberdayakan kelompok kerja masyarakat. Kompos dan ameliorant produksi masyarakat ini sudah mendapat izin sesuai regulasi pemerintah (Pertek dan SLO).
Program CSR unggulan selanjutnya adalah Program Pembinaan Petani CD Center. Ini merupakan program pemberdayaan kelompok petani palawija: kacang panjang, timun, kacang tanah, dan kangkung di lahan 7 Ha milik perusahaan. “Perusahaan memberi bantuan modal, fasilitas air, pupuk, listrik, perumahan, pelatihan, dan pemasaran,” kata Putra.
Keterkaitan Program Pembinaan Petani CD Center dengan bisnis berkelanjutan adalah pemanfaatan lahan perusahaan sekaligus memberdayakan masyarakat lokal. Jadi, masyarakat mengelola lahan sekaligus menjaga aset Perusahaan. “Dari program ini berhasil memasok untuk kebutuhan karyawan dan kegiatan perusahaan serta masyarakat luas,” ujar dia.
Program CSR unggulan selanjutnya adalah Program Pemberdayaan Kelompok Buah Semangka. Ini merupakan program pemberdayaan kelompok petani untuk budi daya buah semangka di lahan 7 Ha milik perusahaan. Di sini, kelompok petani diberi bantuan modal, fasilitas air, listrik, perumahan, pelatihan, dan pemasaran.
“Kami melakukan pembinaan kelompok secara bergiliran, untuk penanaman 1-2 tahun, sampai mandiri dan membuat usaha sendiri di luar lahan Perusahaan,” tuturnya.
Dalam satu tahun, petani binaan sudah bisa tiga kali panen. Semangka hasil panen dipasarkan di Kabupaten Tanjabbar, Batam, Jakarta, Jambi, dan Palembang. Berdasarkan perhitungan SROI, nilai sosial program CSR ini sebesar 7,8.
Berbagai program CSR PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry sejalan dengan Asta Cita dan 17 Program Prioritas Kabinet Merah Putih 2024-2029. Program CSR Perusahaan juga mengadopsi ISO 26000 SR.
Berkat inisiatif-inisiatif program CSR tersebut, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry tahun ini kembali menjadi kandidat peraih TOP CSR Awards. Tahun lalu, Perusahaan menyabet penghargaan TOP CSR Awards 2024 level Bintang 4.
