TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tak Cuma Sukses Cetak Profit, Bank Bapas 69 juga Aktif Dukung Pembangunan Daerah

Abi Abdul Jabbar Sidik
20 January 2025 | 18:32
rubrik: Ekonomi
Tak Cuma Sukses Cetak Profit, Bank Bapas 69 juga Aktif Dukung Pembangunan Daerah

Jakarta, TopBusiness – Sebagai Perusahaan BUMD milik Kabupaten Magelang, PT BPR Bank Bapas 69 mengemban misi untuk tak hanya menjadi entitas bisnis yang menghasilkan profit belaka, namun juga dituntut untuk turut serta mendukung program pembangunan ekonomi masyarakat dari pemerintah daerah.

Karenanya, dalam menjalankan bisnisnya Bank Bapas 69 mengusung strategi bisnis dengan semangat pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Hal ini juga sejalan dengan visi Bank yakni menjadi bank yang tumbuh, sehat dan memberi manfaat secara berkelanjutan.

“Jadi target Kinerja kita berdasarkan Perda (peraturan daerah) memang punya misi ganda yaitu pertama, berorientasi pada profit dan ikut berperan aktif dalam menggerakkan pembangunan ekonomi kerakyatan di wilayah Kabupaten Magelang dan sekitarnya. Dan kedua adalah berorientasi pada layanan atau  fungsi sosial, dimana bank ikut membantu program charity baik atas nama Pemerintah Daerah atau masyarakat melalui dana CSR,” kata Direktur Utama Bank Bapas 69 Rohmad Widodo dalam wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2025 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness secara virtual, beberapa waktu lalu. 

Rohmad menyebut salah satu bentung dukungan Bank dalam pembangunan daerah misalnya seperti pengoptimalan sinergi dengan Pemerintah Daerah melalui penyaluran dana-dana milik Pemerintah Daerah serta menyediakan pembiyaan renovasi pasar-pasar tradisional yang ada di Magelang.

Kamudian Pemberian Kredit Usaha Daerah (KurDa) Pariwisata serta Peningkatan akses permodalan bagi pelaku usaha tani dan juga turut mendukung Pemberdayaan UMKM melalui pelatihan, pameran, UMKM Awards yang setiap tahun rutin dilaksanakan.

“Nah ini yang paling utama kita memberikan tingkat suku bunga yang murah sekali itu bagi para pelaku UMKM termasuk kepada sektor pertanian yang mana kita sesuai dengan intruksi presiden untuk penguatan ketahanan pangan kita di pertanian jauh bunganya di bawah KUR yakni sebesar hanya  4% per tahun. Ini untuk membantu sektor pertanian di Kabupaten Magelang yang saat ini belum begitu banyak terbantu,” ujar Rohmad

BACA JUGA:   Menteri Basuki: Penanganan Banjir perlu Langkah Kolaboratif melalui Kegiatan Multisektoral

Selain itu, upaya Bank dalam mendukung pembangunan daerah juga dilakukan secara konsisten melalui penyetoran dividen berupa PAD (Pendapatan Asli Daerah). Dimana, Bank Bapas 69, merupakan Bank penyetor PAD terbesar di antara BPR milik Pemerintah Daerah lainnya. Tercatat sampai dengan tahun 2024 Jumlah PAD Bank Bapas 69 sebesar Rp 180.215.006.960 dengan modal disetor sebesar Rp 56.875.000.000,-

Kinerja Bisnis

Kontribusi berkelanjutan Bank Bapas 69 dalam pembangunan Daerah dapat dilakukan karena Bank tersebutjuga telah menjadi perusahaan yang sukses dalam mengakselerasi bisnis dan meningkatkan kinerjanya  secara konsisten dari tahun ke tahun.

Hal ini bisa Dilihat misalnya pada capaian Laba bank ditahun 2024 yang tumbuh menjadi Rp 31,9 miliar dibanding tahun 2023 yakni sebesar Rp 29,7 miliar. Nilai aset juga bertumbuh menjadi Rp 1,537 triliun ditahun 2024 dari tahun 2023 yang sebesar Rp 1,510 triliun.

“Aset kita ini Alhamdulillah itu yang terbesar diantara BPR lainnya diseluruh Indonesia,” kata Rahmad.

Kemudian tabungan juga tumbuh positif pada 2024 menjadi Rp 920,2 miliar dari tahun 2023 yang sebesar Rp 890,5 miliar. Sementara nilai deposito meningkat jadi Rp 409,6 miliar ditahun 2024 dari tahun sebelumnya sebesar Rp 398,5 miliar

“Jadi alhamduilillah semuanya mengalami kenaikan dan pertumbuhan yang luar biasa. Termasuk yang paling membanggakan yakni tabungan SImpanan Pelajar (SIMPEL) yang naik rata rata disetiap tahun diangka Rp 8 miliar sekian kenaikan,” jelas Rahmad.

Pada aspek Kesehatan bank, Bank Bapas 69 di tahun 2024 masih menyandang predikat sebagai bank sehat berdasarkan rasio-rasio yang ditampilkan.

“Seperti rasio CAR yang masih diangka 25,67 masih jauh diatas ketentuang 12 persen, NPL juga masih jauh dari nilai ketentuan 5% di mana kami saat ini NPL ada di rasio 2,90 persen. Lalu ROA diangka 2,79, BOPO 71.70 yang mana ini masih sangat efisien. Cash Rasio kami juga persentase nya ada di angka 19,60, sedangkan Loan to Deposit Ratio di angka 80,39,” papar Rahmad.

BACA JUGA:   Ekonom Prediksi RI Mampu Lalui Ancaman Krisis Global

Dari sisi penjualan, Bank juga mampu mencatat Kinerja penjualan yang cukup mentereng. Misalnya pada nilai penjualan atau pendapatan dari sisi kredit, dari target 2024 yang ditetapkan sebesar Rp 1,050 triliun, Bank Bapas 69 berhasil meraih Kinerja penjualan kredit sebesar Rp 1,063 triliun atau melampaui target dengan total kreditur sebanyak 19,785 orang. 

Lalu pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) meningkat ke angka Rp1,318 triliun atau melampaui target yang ditetapkan ditahun 2024 yakni sebesar Rp1,252 triliun dengan total nasabah secara keseluruhan sebanyak 185.189 orang.

Previous Post

Pemerintah Targetkan 71 GW dari EBT

Next Post

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal, Bank Daerah Bojonegoro Cetuskan Sejumlah Inovasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR