TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jamkrida Riau Serius Genjot IJP, Rangkul BPR dan Dukung UMKM

Nurdian Akhmad
21 January 2025 | 14:35
rubrik: BUMD, Event
Jamkrida Riau Serius Genjot IJP, Rangkul BPR dan Dukung UMKM

Jakarta, TopBusiness – Manajemen PT Jamkrida Riau menilai potensi bisnis penjaminan di Provinsi Riau masih sangat besar. Terlebih jika tol Trans Sumatera sudah tersambung dari Bakauheni (Lampung) hingga Aceh, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Riau bakal semakin berkembang.

Sebab itu, Jamkrida Riau tahun 2025 ini akan lebih serius menggarap bisnis dengan manjalin kerja sama dengan pelaku-pelaku usaha baik BUMD maupun swasta yang ada di Provinsi Riau.

Saat ini, Jamkrida Riau sudah menjalin kerja sama atau menandatangani PKS (perjanjian kerja sama) dengan sejumlah bank BUMD dan swasta antara lain Bank Riau Kepri (BRK) Syariah, BRK Syariah Hasanah, BPR Pekanbaru,  dan BPR Universal, BPR Terabina, dan beberapa BPR lain di Pekanbaru.

“Memang belum banyak (kerja sama) karena kita belum betul-betul menggarap bisnis secara serius. Tapi Insya Alloh di tahun 2025 ini kita genjot untuk mencari IJP (imbal jasa penjaminan). Saya akan treatment ke bawah, ke BPR-BPR baik konvensional maupun BPR syariah,” ujar Direktur Jamkrida Riau, RM Ibnu Legowo dalam sesi pendalaman penjurian TOP BUMD Awards 2025 yang dilakukan secara daring, Senin (20/1/2025).

Sebagai bukti keseriusan tersebut, Jamkrida Riau pada akhir Januari atau awal Februari 2025 akan menandatangani PKS dengan PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER), salah satu BUMD milik Pemprov Riau.

Selain meningkatkan IJP, Jamkrida Riau juga serius mendukung pengembangan UMKM di Provinsi Riau. Saat ini  ada 4.936 pelaku UMKM di Riau yang terjamin Jamkrindo. Ke depan diprediksi akan semakin banyak UMKM di provinsi ini yang terjamin Jamkrindo.

“UMKM di Riau ini sangat potensial untuk dikembangkan. Terlebih jika tol Trans Sumatera dari Bakauheni sampai Aceh terhubung,” kata dia.

Salah satu contoh yang bisa dilakukan untuk memajukan UMKM khususnya di Kota Pekanbaru adalah dengan mendorong aparatur sipil negara menggunakan pakaian batik lokal. “Kalau bicara bisnis, di Kota Pekanbaru ini ada  5.455 ASN, kalau satu ASN saja beli satu batik Riau, itu ada potensi uang yang masuk ke UMKM mencapai Rp 1,5 miliar. Itu baru di Kota Pekanbaru, belum yang ada di kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Riau,” tutur Ibnu, menjawab pertanyaan Prof. Dr Satya Arinanto, salah satu anggota dewa juri.  

BACA JUGA:   Bank DKI Raih Penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Indonesia 2023

Sebab, kata Ibnu, Provinsi Riau memiliki berbagai macam jenis batik, antara lain batik Riau, batik Siak, batik Bono, dan lainnya.

“Itu potensi untuk mengembangkan UMKM yang ada di Provinsi Riau. Di sini kami sebagai penjamin memberikan dukungan kepada UMKM supaya bisa mengerjakan apa yang sudah saya sampaikan ke mereka,” kata Ibnu yang mengaku sudah menyosialisasikan ide tersebut ke para pelaku UMKM batik di Pekanbaru.

Finalis TOP BUMD Awards 2025

Dalam presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2025, Ibnu memaparkan sejumlah keberhasilan manajemen dalam meningkatkan kinerja bisnis Jamkrida Riau, serta inovasi-inovasi yang dilakukan sepanjang 2024.

Pada 2024, kata Ibnu, aset Jamkrida mencapai Rp 239 miliar, naik 17,38 persen jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang hanya sebesar Rp 204 miliar. Realisasi aset tahun 2024 juga melebihi target yang ditetapkan RKAP 2024 sebesar Rp 237 miliar.

Keberhasilan lainnya adalah realisasi rasio beban klaim pada 2024 masih di bawah 70 persen atau tahap kategori aman dengan persentase sebesar 17,58 persen, sedangkan pada 2023 sebesar 34,67 persen.

Akhir tahun 2024,  Jamkrida Riau membukukan laba Rp 6,7 miliar dengan target setoran dividen Rp 4,5 miliar. “Pencapaian laba tahun berjalan sebesar Rp 6,7 miliar merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa bagi PT Jamkrida Riau ditengah persaingan bisnis penjaminan dengan kompetitor lainnya dalam penjaminan kredit,” jelas Ibnu.

Meski meraup laba, target dividen yang harus disetorkan ke pemerintah daerah tidak tercapai karena adanya saldo laba minus sebesar Rp 3 miliar pada 2023 akibat perubahan pencatatan keuangan dari ETAP ke PSAK sesuai surat rekomendasi dari pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Dari sisi Tingkat Kesehatan Perusahaan berdasarkan indikator OJK, Jamkrida Riau pada Desember 2024 masuk kategori Sangat Sehat. Penilaian ini berdasar hasil pengukuran current ratio, gearing ratio, rentabilitas, (ROA, BOPO, dan rasio klaim terhadap IJP), serta ROE.

BACA JUGA:   PAM Kota Padang Pulihkan 99% Layanan Air Bersih Pascabanjir, Perkuat Sistem Mitigasi

Sebagai perusahaan ‘pelat merah’ milik Pemerintah Provinsi Riau, Jamkrida Riau mendukung dan sudah menjalankan program tanggung jawab sosial Perusahaan alias CSR (Corporate Social Responsibility. Program CSR Jamkrida Riau ini sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada semua yang berkepentingan seperti konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan juga lingkungan.

“Total dana CSR yang disalurkan selama tahun 2024 sebesar Rp 20.800.000 yang terdiri atas bantuan dana masjid, bantuan hewan qurban dan bantuan dana melalui kerja sama pemerintah,” ujar Ibnu.

Terkait tata Kelola, Jamkrida Riau  telah melaksanakan Self Assessment terhadap penerapan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Lembaga Penjamin yang mengacu pada POJK Nomor. 3/POJK.05/2017 dan SEOJK Nomor 54/SEOJK.5/2017 tentang Laporan Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Lembaga Penjamin. “Adapun skor penilaian Self Assessment yang telah dilakukan pada 2023 sebesar 73,16 dengan Predikat Baik,” kata Ibnu.

Pencapaian kinerja bisnis Jamkrida Riau juga didukung oleh pemanfaatan sejumlah teknologi atau solusi bisnis yang dikembangkan dan diimplementasikan Perusahaan. Solusi bisnis itu yang pertama adalah untuk internal perusahaan, yaitu Sijari.  Aplikasi yang diimplementasikan perusahaan sejak 2023 ini adalah Sistem Jamkrida Riau yang mengakomodir proses bisnis perusahaan di dalamnya mulai dari bagian SDM, bagian Umum, Penjaminan hingga Keuangan. Aplikasi ini memudahkan pertukaran informasi penting antar departemen.

Jamkrida Riau juga memiliki solusi bisnis untuk eksternal, baik konsumen maupun mitra, yaitu Sistem KUR Syariah Online (SIKP). Aplikasi ini dikembangkan internal dan diimplementasikan perusahaan sejak 2022.

“SIKP adalah sistem yang dibangun oleh Jamkrida Riau untuk penjaminan kredit KUR Syariah dengan pihak Bank Riau Kepri Syariah untuk memenuhi syarat dari pemerintah dalam izin menjalankan penjaminan KUR Syariah,” tutur Ibnu.

BACA JUGA:   Minat Traveling Masyarakat Indonesia Meningkat

Sistem ini digunakan oleh seluruh cabang Bank Riau Kepri Syariah di Provinsi Riau maupun yang di Provinsi Kepulauan Riau dengan konsep host to host untuk distribusi data-data terjamin KUR yang dicairkan oleh pihak Bank Riau Kepri Syariah. 

“Fitur unggulannya adalah memiliki database lengkap seputar data terjamin KUR Syariah yang diajukan oleh pihak penyalur KUR dengan atribut tabel-tabel yang sudah dilakukan verifikasi setiap data terjamin yang dicairkan kredit KUR-nya,” kata dia.

SIKP juga memiliki database untuk pelaporan pengajuan klaim dan pembayaran subrogasi khusus terjamin KUR. Di dalam sistem tersebut juga sudah tersedia cetak sertifikat digital secara online sehingga pihak penyalur KUR bisa langsung men-download sertifikat terjamin KUR Syariahnya.

“Dengan SIKP, proses verifikasi persetujuan penjaminan KUR menjadi lebih cepat dan tidak memakan waktu yang lama untuk dilakukannya proses cetak sertifikat online,” kata Ibnu.

Berbagai inovasi tersebut mengantarkan Jamkrida Riau meraih penghargaan KI Awards 2024 dan Jamkrida Awards Tahun 2024. Jamkrida Riau berhasil meraih Juara II KI Riau Award 2024 untuk kategori badan publik se-Provinsi Riau yang diadakan oleh Komisi Informasi Provinsi Riau.

“Kami juga meraih Juara III Jamkrida Award 2024 untuk Jamkrida terbaik Kategori Ekuitas di Bawah Rp 100 miliar yang diadakan oleh Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia,” ujar Ibnu.

Tahun 2025, Jamkrida Riau kembali terpilih menjadi perusahaan finalis ajang TOP BUMD Awards.   Sebelumnya atau tahun 2023, Jamkrida Riau menyabet penghargaan TOP BUMD Awards 2023 level bintang 4. 

Tags: PT Jamkrida RiauTOP BUMD Awards 2024TOP BUMD Awards 2025
Previous Post

Terapkan ESG, Global Infotech Solution Raih Sertifikasi EcoVadis

Next Post

Lampaui Target, Kinerja RSUD Wonosari Makin Melesat Berkat Inovasi Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR