
Jakarta, businessnews.id — Reformasi struktural ekonomi Indonesia belum terlalu efektif. Akibat dari itu, tatkala ada pengaruh tertentu seperti pencabutan stimulus fiskal di Amerika Serikat oleh The Federal Reserve, perekonomian Indonesia terkena pengaruh. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan hal itu usai salat jumat di Bank Indonesia, Jakarta, hari ini.
Agus mengatakan, terkait hal tersebut, reformasi tersebut perlu dilakukan. Ada berbagai hal yang bisa dilakukan. Satu di antara itu adalah pengurangan jumlah subsidi BBM (bahan bakar minyak).
“Pengurangan subsidi BBM akan membantu reformasi struktural ekonomi Indonesia. Dan pengurangan tersebut, menurut saya, jauh lebih berarti dibandingkan sejumlah upaya lain seperti yang terkait bea,” kata mantan eksekutif di sejumlah bank besar tersebut.
Kata dia, sebagai kelanjutan pencabutan stimulus fiskal di Amerika Serikat itu, tingkat suku bunga di sana tentu akan berangsur naik. “Bisa saja, di tahun 2015, tingkat bunga di sana menjadisekitar 2%.”
Terkait nilai tukar Rupiah terhadap USD, Agus mengatakan bahwa Bank Indonesia akan terus memonitor hal itu. (DHI)
EDITOR: DHI