Jakarta, TopBusiness – Perum Bulog telah menerjunkan tim ke lapangan untuk memantau kondisi pasar menyusul harga gabah di tingkat petani yang dikabarkan jatuh hingga di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).
Harga gabah di sejumlah daerah antara lain Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur dikabarkan turun hingga di kisaran Rp 5.100 – Rp 5.500 per kilogram. Di Pandeglang, Banten maupun Cisaat Sukabumi, harga gabah di tingkat petani bahkan menyentuh 4.800 per kilogram.
Harga tersebut di bawah HPP gabah yang diputuskan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas (Ratas) 30 Desember 2024 lalu sebesar Rp 6.500 per kilogram, naik dibandingkan sebelumnya Rp 6.000 per kilogram. Kebijakan tersebut efektif berlaku ekektif mulai 15 Januari kemarin.
Menanggapi persoalan tersebut, Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto mengatakan, anjloknya harga gabah terutama yang terjadi di Sumsel diakibatkan karena petani yang memaksa memanen padi di saat belum memasuki waktu panen.
“Permasalahan sebenarnya adalah belum saatnya panen. Tapi karena petani, kelompok tani ya dengan digoreng oleh tengkulak segala macam, dikompori bahwa ini kalau tidak segera dipanen, harga akan semakin turun,” ujar Suyamto kepada media yang dikutip Kamis (23/1/2025).
Saat tim terjun ke lapangan, kata dia, pihaknya menemukan butir hijau di gabah yang dipanen masih cukup banyak. “Setelah itu kita berikan pemahaman bahwa jangan buru-buru panen, kita jamin bahwa nanti pada saat panen akan kita serap. Jadi kondisi di lapangan seperti itu,” kata Suyamto.
Perum Bulog memberikan jaminan kepada Gapoktan bahwa Bulog akan menyerap pada saat panen, kualitas gabah tersebut akan semakin bagus dan bisa dibayarkan dengan sesuai HPP gabah baru yang berlaku. Agar kejadian tersebut tidak kembali terulang, Bulog akan menjalin kerja sama dengan TNI.
“Saat ini kita sedang sosialisasi. Kita nanti akan libatkan Babinsa untuk persuasi ke kelompok tani, kepada mitra kerja kita untuk segera menjual kepada Bulog kemudian dimasukkan ke gudang-gudang kami,” kata dia.
Dengan kondisi di lapangan seperti itu, Panggah pun mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mereposisi fungsi dan peran Bulog.
