TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diproyeksi Kembali ke Zona Rebound Jelang Akhir PEkan, Catat Saham Pilihan Ini

Busthomi
24 January 2025 | 09:08
rubrik: Capital Market
IHSG Berseberangan dengan Dow Jones

Ilustrasi rekomendasi saham hari ini. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk perdagangan hari ini diproyeksi kembali ke jalur hijau, usai kemarin mencatatkan peningkatan.

Menurut Kevin Juido, Senior Analyst Retail Research BNI Sekuritas, laju IHSG ditutup melemah 0,34% ke level 7282, kemarin (23/1). Melihat pergerakkan IHSG kemarin, untuk hari ini diproyeksi laju IHSG bakal menguat menguat.

“Dengan kondisi itu, maka level support IHSG di proyeksi akan berada di rentang 7250-7200 dan level Resist IHSG berada di kisaran 7300-7327,” kata dia dalam risetnya, Jumat (24/1/2025).

Global Overnight Review

Wall Street Melanjutkan Kenaikan, S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Karena Trump. Indeks-indeks Wall Street Kembali naik pada Kamis (23/1).

Bahkan, S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru berkat Presiden AS Donald Trump menyerukan penurunan suku bunga dan harga minyak lebih murah.

S&P 500 naik 0,53% ke level 6.118,71, Dow Jones Industrial Average meningkat 0,92% menjadi 44.565,07 dan Nasdaq Composite bertambah 0,22% ke posisi 20.053,68.

Pasar saham melonjak setelah Trump, dalam pidato virtual di Forum Ekonomi Dunia, menyatakan akan ‘menuntut agar suku bunga segera diturunkan’.

Trump juga mengungkapkan rencana untuk meminta Arab Saudi menurunkan harga minyak, yang menyebabkan harga minyak mentah turun.

Imbal hasil obligasi jangka pendek melemah setelah pernyataan tersebut. Sepanjang pekan ini, pasar saham telah mendapatkan dorongan dari optimisme terkait potensi pemangkasan pajak dan deregulasi di bawah pemerintahan Trump, serta pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat.

Musim laporan keuangan 4Q dimulai, didorong oleh laporan positif dari Netflix dan beberapa bank besar. Namun, optimisme pasar sedikit terganggu setelah saham American Airlines anjlok lebih dari 8% pada Kamis menyusul proyeksi keuangan yang lemah dari perusahaan tersebut.

BACA JUGA:   Akhir Perdagangan, IHSG Menguat 0,22 Persen

Pasar Asia Pasifik Mixed, Investor Cermati Serangkaian Data Ekonomi. Pasar Asia Pasifik mixed pada Kamis (23/1).

Investor di kawasan ini tengah mencermati dan menilai serangkaian data ekonomi yang akan dirilis. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,61%. Nikkei 225 Jepang naik 0,79%, dan Topix naik 0,53%. Kospi Korea Selatan menurun 1,24% dan Kosdaq melemah 1,13%.

Ekonomi Korea Selatan tumbuh 1,2% YoY pada 4Q24, menandai pertumbuhan paling lambat sejak 3Q23.

Sedangkan, Hang Seng (HSI) Hong Kong melemah 0,40%, dan CSI 300 China daratan menguat 0,18%.

Sementara itu, FTSE Straits Times naik 0,64%. Inflasi Singapura pada Desember 2024 tercatat sebesar 3,7% YoY, naik dari realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 3,6% YoY.

Selain itu, Bank of Japan (BoJ) juga akan mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya hari ini dan besok, Jumat (24/1). Gubernur BoJ Kazuo Ueda telah mengisyaratkan niat untuk menaikkan suku bunga. (Source: Investor Daily, Bloomberg)

Trading Idea hari ini: RAJA, PSAB, BUMI, BREN, TLKM, GOTO

–RAJA Spec Buy dengan area beli di 3940, cutloss jika break di bawah 3890. Jika tidak break di bawah 3890, potensi naik ke 3970-4040 short term.

–PSAB Buy on Weakness dengan area beli di 220, cutloss jika break di bawah 214. Jika tidak break di bawah 214, potensi naik ke 228-234 short term.

–BUMI Spec Buy dengan area beli di 125, cutloss jika break di bawah 121. Jika tidak break di bawah 121, potensi naik ke 128-132 short term.

–BREN Spec Buy dengan area beli di 10000, cutloss jika break di bawah 9850. Jika tidak break di bawah 9850, potensi naik ke 10250-10550 short term.

BACA JUGA:   SNI untuk Indonesia Tangguh dan Tumbuh

–TLKM Spec Buy dengan area beli di 2710, cutloss jika break di bawah 2670. Jika tidak break di bawah 2670, potensi naik ke 2750-2780 short term.

–GOTO Spec Buy dengan area beli di 86, cutloss jika break di bawah 83. Jika tidak break di bawah 3890, potensi naik ke 87-90 short term.

Tags: ihsgpilihan sahamproyeksi sahamsaham hari inisaham ihsg
Previous Post

Didukung Penuh Pemda, Kinerja BPR Bahteramas Kolaka Melesat di 2024

Next Post

IHSG di Awal Perdagangan Terangkat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR