Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bahteramas Kolaka mampu mencatatkan kinerja mentereng sepanjang tahun 2024. Tak hanya itu, BUMD milik Pemprov Sulawesi Tenggara, Pemkab Kolaka dan Pemkab Kolaka Timur tersebut juga meraih predikat sebagai perusahaan Sehat berdasarkan rasio rasio yang ditunjukan di akhir tahun 2024.
Direktur Utama PD BPR Bahteramas Kolaka Sahriana mengatakan bahwa dari tahun ke tahun BPR selalu mencatat tren positif dari keseluruhan indikator kinerja keungan. Hal ini, kata dia bisa dilihat pada sisi aset yang tumbuh 20,26 persen menjadi Rp 64,22 miliar di tahun 2024 dari tahun 2023 yang sebesar Rp53,39 miliar.
“Penyaluran kredit kami juga naik dari tahun ke tahun. Di tahun 2024, kredit naik hingga Rp40,76 miliar dari tahun 2023 RpRp31,42 miliar dengan presentase kenaikan sebesar 27,36 persen. Selain itu jumlah debitur kami juga naik dari 714 debitur ditahun 2023 menjadi 1335 debitur tahun 2024. Sementara saat ini jumlah nasabah secara keseluruhan kurang lebih ada tujuh ribu nasabah. Kemudian depositu naik menjadi 1,64miliar pada 2024 dari yang sebelumnya Rp938 juta di 2023,” kata Sahriana dalam wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2025 yang diselenggarakan Majalah Top Business secara daring pada Rabu (22/1/2025).
Sahriana menyebut kenaikan juga bisa dilihat dari rasio pendapatan yang tumbuh 20,26 persen menjadi Rp12,29 miliar ditahun 2024 dari sebelumnya Rp8,39 miliar ditahun 2023. Lalu terakhir BPR Bahteramas Kolaka juga mencatatkan kenaikan laba sebesar sebesar 20,02 persen ditahun 2024 menjadi Rp3,49 miliar dari tahun 2023 yang sebesar Rp2,91 miliar.
Sementara itu, berdasarkan rasio rasio yang ditunjukan hingga 31 Desember 2024, Bank masih memegang statusnya sebagai Bank Sehat. Hal ini bisa dilihat misalnya pada rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang ada diangka 60,24 persen, rasio Non Performing Loan (NPL) diangka 3,01 persen atau masih dibawah rasio yang ditetapkan OJK sebesar 5 persen, lalu Return on Asset (ROA) yang ada di rasio 6,58 persen,
Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 64,23 persen.
Sementara rasio lainnya seperti Net Interest Margin (NIM) berada diangka 17,68 persen, kemudian Loan to Deposit Ratio (LDR) diangka 144 dan terakhir rasio Cash Ratio ada diangka 45,21.
Dukungan Pemda jadi Faktor Utama
Sahriana menuturkan, keberhasilan BPR Bahteramas Kolaka dalam mencatatkan tren kinerja positif ini salah satunya adalah berkat dukungan dan sinergi yang terus terjalin baik dengan pemerintah daerah. Dimana BPR mendapat dukungan penuh untuk menjalankan beberapa program dari Pemerintah daerah.
“Jadi kita ini selalu melakukan sinergi dan kerjasama dengan Pemda hingga akhirnya mendapat kepercayaan untuk penyaluran dana sertifikasi guru-guru se kabupaten Kolaka. Kita juga mengelola dan menyalurkan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi ASN Se-kabupaten Kolaka. terakhir kami juga dipercaya untuk Penyaluran Dana Terpencil (DaCil) Guru Kabupaten Kolaka,” ujar Sahriana.
“Kami bersama pemerintah daerah juga terus bersinergi untuk mendorong perekonomian daerah agar mempermudah akses usaha seluas-luasnya terutama pada pelaku usaha UMKM, ultra mikro dan usaha kecil lainnya. Serta membantu dan membuka peluang bagian Masyarakat sekitar Kabupaten Kolaka untuk mengakses layanan keuangan dan permodalan,” tambah dia.
Selain itu, BPR Bahteramas Kolaka juga terus bekerjasama dengan sekolah sekolah di Kabupaten Kolaka untuk menuskeskan program 1 rekening 1 pelajar.
“Dalam hal ini kita sudah bekerjasama dengan SMK 1 Kolaka dan SMK atau sekolah lainnya untuk pembukaan tabungan pelajar di BPR Bahteramas Kolaka,” imbuh dia
